Ramai Aplikasi Koin Jagat, Satpol PP Kota Bandung Jaga Taman dari Aktivitas Merusak
- Penulis : Ulil
- Rabu, 15 Januari 2025 08:59 WIB

POLITIKABC.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menegur para pencari koin dari aplikasi Koin Jagat karena aktivitas mereka telah merusak fasilitas umum, terutama taman kota.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyatakan bahwa setelah mengetahui adanya kerusakan akibat kegiatan berburu koin tersebut, pihaknya segera turun ke lapangan untuk memeriksa dan memberikan peringatan kepada para pelakunya.
"Sudah dilakukan teguran lisan oleh petugas lapangan di sejumlah taman dan fasum (fasilitas umum). Terus dimonitor petugas di lapangan," ujar Rasdian di Bandung, Rabu 15 Januari 2025.
Baca Juga: Tidak Terima Lapaknya akan Dibongkar, PKL di Wisata Puncak Bogor Pukul Satpol PP hingga Terluka
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu memberikan sanksi kepada mereka yang tetap melakukan aktivitas merusak fasilitas publik.
"Kalau masih merusak (taman) akan diberikan tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jadi, kami terus melakukan monitoring," katanya.
Pemantauan ini, lanjutnya, akan dilakukan oleh petugas lapangan di setiap fasilitas publik, terutama taman-taman, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Baca Juga: Satpol PP Kota Surakarta Tertibkan Spanduk yang Berisi Pesan Provokatif Menyambut Pilkada 2024
"Untuk monitoring sesuai SOP dan akan ditindaklanjuti kalau ada laporan dan pengaduan masyarakat terkait itu," tambahnya.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Bandung A Koswara menjelaskan bahwa pengembang aplikasi tersebut tidak meminta izin kepada Pemkot Bandung untuk mengadakan kegiatan mencari koin.
"Kami tidak pernah menerima permohonan izin. Jadi, nanti akan ditindaklanjuti oleh Kadiskominfo. Kalau memang tidak boleh, ya akan dilarang," ungkap Koswara.
Baca Juga: Gambar Petahana di Pilkada Blitar Diturunkan, Bawaslu Melibatkan Satpol PP
Koswara menyarankan agar kegiatan seperti berburu koin dialihkan ke lokasi yang tidak merusak fasilitas publik, seperti lapangan atau tempat tertutup lainnya. Ia juga berharap aplikasi semacam itu dapat memberikan nilai edukasi kepada masyarakat.