DECEMBER 9, 2022
Humaniora

Romo Martin, Saksi Dahsyatnya Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki dan Bayang-bayang Kiamat

image
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berpotensi mengalami erupsi susulan. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

"Kami juga berpikir, apakah ini akhir dari hidup kami? Aeperti itu. Tapi, berhadapan dengan situasi ini dan anak-anak kami, kami juga tidak boleh memikirkan diri kita sendiri, kita juga harus ingat kalau kita juga mengurus orang lain," katanya mengungkapkan perasaannya, saat menghadapi hal tersebut.

Oleh sebab itu, Romo Martin memutuskan untuk melupakan bayang-bayang kiamatnya, demi menyelamatkan seluruh umat di sekolah yang telah berdiri lebih dari 70 tahun lamanya itu.

Seketika suasana sudah mulai kondusif, ia bersama dengan para calon imam atau frater di seminari itu bergegas mengevakuasi para siswa, guru, dan seluruh karyawannya ke dalam kapel.

Baca Juga: Tim SAR Berhasil Evakuasi 9 Jenazah Korban Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki Flores Timur

Evakuasi berjalan cepat, sebab seluruhnya telah mengetahui ke mana mereka harus pergi saat berada dalam kondisi gawat darurat, sebagaimana frasa keyakinan yang dipercayainya, "extra Ecclesiam nulla salus", yang berarti "di luar gereja tidak ada keselamatan" atau "tidak ada keselamatan di luar gereja".

Memang, bangunan kapel tersebut terlihat sebagai bangunan paling kokoh di kompleks seminari tersebut. Hal ini terlihat dari struktur bangunannya, yang dilengkapi dengan fondasi batu alam yang identik dengan nuansa kolonial.

Tak lama berselang, seluruh warga seminari terevakuasi, beberapa di antaranya ada yang tertimpa batu, terkena luka bakar, dan berbagai cedera kecil lainnya.

Baca Juga: PVMBG Meningkatkan Status Aktivitas Vulkanik Gunung Iya di Ende NTT dari Waspada ke Level Siaga

Romo Martin bergegas memimpin doa bersama, sebagai upaya untuk menenangkan seluruh keluarga Seminari San Dominggo, sembari beberapa orang yang terluka mendapatkan pertolongan pertama dari sebagian yang lainnya.

Hingga sekitar pukul 04.00 WITA, bantuan dari otoritas setempat datang untuk mengevakuasi seluruh orang di seminari tersebut.

Seluruh siswa, guru, dan karyawan dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sementara Romo Martin memutuskan untuk menetap, demi melaksanakan amanat dan tugas moral yang diembannya.

Baca Juga: 10.295 Warga Terdampak Erupsi di Kawasan Kaki Gunung Lewotobi Laki-Laki Dipindahkan ke Lokasi Aman

Pada kejadian tersebut, seluruhnya selamat, namun tidak seberuntung keluarga Seminari San Dominggo. Sebanyak 10 orang warga sekitar menjadi korban muntahan batu pijar gunung Lewotobi Laki-laki.

Halaman:
1
2
3
4
Sumber: Antara

Berita Terkait