DECEMBER 9, 2022
Humaniora

Romo Martin, Saksi Dahsyatnya Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki dan Bayang-bayang Kiamat

image
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berpotensi mengalami erupsi susulan. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Oleh Sean Filo Muhamad

POLITIKABC.COM - "Kita juga berpikir, apakah ini akhir dari hidup kita," kata Romo Martin, salah satu saksi atas dahsyatnya letusan Gunung Lewotobi Laki-laki, yang terjadi pada Minggu 3 November 2024.

Seperti apa bayangan kiamat? Mungkin banyak di antara kita yang membayangkan hari kiamat sebagai suatu proses yang amat dahsyat, di mana Bumi dan seisinya menjadi luluh lantak, dan manusia di dalamnya tak lagi mampu menunjukkan kekuatan kala berhadapan dengan kehendak Tuhan.

Baca Juga: Tim SAR Berhasil Evakuasi 9 Jenazah Korban Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki Flores Timur

Gelap, mencekam, diselingi suara petir yang bergemuruh, atau dihujani batu berselimut api yang bergelora. Kira-kira, salah satu dari beberapa kata tersebut menjadi hal yang dipikirkan oleh kebanyakan orang, tatkala diperintah untuk membayangkan bagaimana kiamat akan terjadi.

Keempat kejadian itulah yang benar-benar dialami oleh warga yang bermukim di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki, tidak terkecuali Romo Martinus Kapitan Sogen, seorang rektor atau praeses di Seminari San Dominggo, Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Awal mula

Baca Juga: PVMBG Meningkatkan Status Aktivitas Vulkanik Gunung Iya di Ende NTT dari Waspada ke Level Siaga

Kamis, 1 November 2024, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki untuk siaga terhadap bencana letusan gunung berapi.

Imbauan tersebut disampaikan, dengan mempertimbangkan kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki yang beberapa kali mengeluarkan semburan awan panas, yang dinilai bisa membahayakan nyawa masyarakat sekitar.

Pada waktu itu, masyarakat sebenarnya sudah bersiaga akan adanya potensi bencana, namun kesiagaan masyarakat seolah mereda, sebab, dalam dua hari berikutnya, Gunung Lewotobi Laki-laki tidak mengeluarkan erupsi sama sekali.

Baca Juga: 10.295 Warga Terdampak Erupsi di Kawasan Kaki Gunung Lewotobi Laki-Laki Dipindahkan ke Lokasi Aman

Pada Minggu siang, 3 November 2024, hari berjalan sebagaimana biasanya. Masyarakat ada yang berkebun, beternak, juga menikmati akhir pekannya, tanpa merasakan adanya sesuatu yang berbeda.

Halaman:
1
2
3
4
Sumber: Antara

Berita Terkait