Polda NTB Periksa Kasus Penjualan Air Ilegal oleh Pengusaha Asal Prancis
- Penulis : Ulil
- Rabu, 26 Juni 2024 21:54 WIB

POLITIKABC.COM - Polda Nusa Tenggara Barat mengecek aktivitas penjualan air bersih hasil pengeboran air tanah secara ilegal PT Carpedien Dream Villa Bungalow milik seorang pengusaha asal Prancis berinisial DV di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol. Nasrun Pasaribu yang dikonfirmasi perihal kegiatan anggotanya tersebut di Mataram, belum memberikan tanggapan resmi, Rabu 26 Juni 2024.
"Maaf Mas, lagi ada agenda, terima kasih," kata Kombes Pol Nasrun melalui pesan percakapan aplikasi media sosial WhatsApp. Namun, adanya kegiatan pemeriksaan dari Polda NTB tersebut telah dibenarkan oleh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara Khairil Anwar.
Baca Juga: PAN Berharap Pilkada NTB Diikuti Maksimal Dua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil
Khairil mengatakan bahwa dirinya sebagai pihak perwakilan desa mendapat tugas mendampingi kepolisian dalam kegiatan yang selesai sekitar pukul 15.00 Wita tersebut.
"Iya, sore sekitar pukul 15.00 Wita selesai. Kegiatannya dari pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Ada tiga polisi yang datang," ujarnya.
Tiga petugas kepolisian yang hadir tersebut diketahuinya berasal dari Subdirektorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Reskrimsus Polda NTB.
Baca Juga: Ini Beragam Tokoh yang Mendukung Lalu Gita Ariadi Maju di Pilkada NTB
Selama berada di Gili Trawangan, Khairil mendampingi kepolisian mengecek secara langsung aktivitas penjualan air PT Carpedien, termasuk sumber air yang berasal dari sumur bor di atas lahan usaha penginapan milik PT Carpedien.
"Mereka tadi memeriksa satu sumur bor di lahan penginapan punya PT Carpedien," ucap dia.
Selain itu, polisi juga memeriksa produksi air bersih hasil pengeboran air tanah yang dijual dalam kemasan galon. Lokasi penjualan berada di Kantor Ego Gili Trawangan.
Baca Juga: Bacagub NTB Ada Tiga, Sitti Rohmi Djalilah Mengaku Semakin Banyak Justru Bagus
"Tadi itu, ada sekitar belasan air galon yang diperiksa di Kantor Ego," kata Khairil.