DECEMBER 9, 2022
Nusantara

Aneh, 25 Ton Ikan di Danau Maninjau Sumatra Barat Mati Akibat Angin Kencang, Begini Penjelasannya 

image
Ilustrasi ikan. 25 Ton Ikan di Danau Maninjau Sumatra Barat Mati Akibat Angin Kencang (FOTO ANTARA/Musyawir)

POLITIKABC.COM - Sebanyak 25 ton ikan nila di keramba jaring apung di Danau Maninjau, tepatnya di Desa Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, mati akibat angin kencang yang melanda daerah tersebut sejak Minggu 12 Januari.  

"Ini berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh penyuluh perikanan di lapangan dari pembudidaya," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira, di Lubuk Basung, Kamis 16 Januari 2025.  

Ikan-ikan yang mati, yang tersebar di tiga wilayah yakni Jorong Lubuak Anyia, Banda Tangah, dan Lubuak Kandang, merupakan milik 12 petani. 

Baca Juga: BMKG Prediksi Fenomena Supermoon Picu Banjir Rob di Sejumlah Wilayah di Indonesia pada 16 November

Akibat kejadian ini, petani mengalami kerugian besar, mencapai Rp625 juta karena harga ikan nila di tingkat petani adalah Rp25 ribu per kilogram.  

"Harga ikan nila tingkat petani Rp25 ribu per kilogram," tambah Rosva.  

Menurutnya, kematian massal ini disebabkan oleh pembalikan air dari dasar ke permukaan danau akibat angin kencang. 

Baca Juga: Mengenal Fenomena Brain Drain di tengah Banyaknya Warga Indonesia yang Pindah Kewarganegaraan ke Singapura

Proses tersebut membuat kadar oksigen di dasar danau menurun drastis, menyebabkan ikan pusing dan akhirnya mati. Pada Senin 13 Januari, bangkai-bangkai ikan mulai mengapung di permukaan danau.  

"Bangkai ikan mengapung ke permukaan dan kita masih melakukan pendataan jumlah kematian," jelasnya lagi.  

Rosva mengimbau para petani agar tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau karena hal ini bisa mencemari air. Sebagai gantinya, bangkai ikan sebaiknya dikumpulkan dan dikuburkan untuk menjaga lingkungan danau tetap bersih.  

Baca Juga: Muncul Lagi Fenomena Pagar Bambu Sepanjang 2 Kilometer, Kali Ini di Bekasi

"Saya mengajak petani untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau," ucapnya.  

Halaman:
1
2
Sumber: ANTARA

Berita Terkait