Hikmah Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki bagi Warga Desa Pululera
- Penulis : Ulil
- Minggu, 10 November 2024 07:22 WIB

Fenomena erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki memukul masyarakat cukup dalam. Sebab, tak lama setelah erupsi, hujan abu vulkanik yang turun di wilayah tersebut, sehingga dinilai mematikan mata pencaharian utama mereka.
Banyak tanaman komoditas, maupun tanaman yang digunakan sebagai pakan ternak mati akibat hujan abu vulkanik yang tak kunjung usai.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat setidaknya lebih dari 900 erupsi yang dialami oleh gunung yang dijuluki oleh masyarakat sebagai gunung suami ini hanya dalam periode 2024.
Hal ini merupakan hal yang tidak biasa. Sebab, PVMBG sebelumnya juga sudah menetapkan bahwa jarak aman dari erupsi Lewotobi Laki-laki adalah sejauh 7 kilometer, di mana desa ini berada pada lokasi tepat di luar zona bahaya yang ditetapkan.
Bahkan, Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki berdiri di wilayah terdepan sebelum memasuki desa ini. Secara tidak langsung, hal ini menandakan bahwa desa ini "aman" dari dampak erupsi Lewotobi.
Namun, sampainya muntahan abu vulkanik kala gunung api itu mengalami erupsi besar pada 3 November 2024 lalu ke wilayah perkampungan membuat masyarakat kebingungan. Wilayah yang selama ini dirasa aman, ternyata tidak lagi memberikan rasa aman. Para warga juga takut akan ketiadaan sumber pemasukan utamanya.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, Hembusan Abu Vulkanik Capai 5000 Meter dari Puncak
Upaya mitigasi bencana
Melihat fenomena ini, Paulus tak tinggal diam. Ia menginisiasi upaya mitigasi bencana secara mandiri agar masyarakat tak kebingungan dan larut dalam kesedihan.
"Tidak ada harta apapun yang seharga nyawa," kira-kira begitu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan apa yang dilakukan oleh Paulus untuk mengajak sekitar 2.000 warganya dalam mengungsi.
Baca Juga: Romo Martin, Saksi Dahsyatnya Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki dan Bayang-bayang Kiamat
Sedikit demi sedikit, masyarakat mulai mengetahui upaya mitigasi bencana yang harus dilakukan kala mendengar gemuruh dari Gunung Lewotobi Laki-laki.