DECEMBER 9, 2022
Kolom

Hikmah Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki bagi Warga Desa Pululera

image
Warga berlari menjauh dari erupsi dari kawah Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.(ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Kepala BNPB Suharyanto juga memastikan para pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki mempunyai hak tunggu hunian berupa bantuan dana stimulan yang akan diberikan pemerintah sebesar Rp500 ribu per bulan.

Terkait peta batas aman, Kepala Desa Pululera, Paulus Sang Sony Tukan, mengatakan bahwa belum lama ini sejumlah pihak dari instansi terkait mengajaknya untuk melakukan survei lokasi pemukiman baru warga desa.

Para warga direncanakan untuk direlokasi ke lokasi yang dikenal oleh masyarakat sebagai Tanawawe, hamparan tanah berupa padang rumput di lembah yang dinilai lebih indah, subur, juga memiliki sumber mata air berupa air terjun.

Baca Juga: Update Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Sembilan Orang Meninggal, Satu Kritis dan Puluhan Luka Berat

Tanggapan dari warga juga positif. Meskipun relatif lebih jauh, relokasi hunian ini dinilai sebagai berkah, karena selain mampu mengamankan mereka dari marabahaya, relokasi juga bisa menjadi harapan baru masyarakat untuk kembali hidup sejahtera.

Takdir memang tidak selalu manis, sebagaimana amaran Tuhan kepada warga Desa Pululera untuk hidup sementara di tenda pengungsian. Namun, di balik setiap hal yang buruk pasti akan ada hal baik yang juga bisa diambil.

Meskipun Tuhan memerintahkan hambanya untuk menjadi pengungsi dan hidup sederhana, tapi akan selalu ada cahaya di ujung lorong yang gelap, sebagaimana kata orang bijak.

Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, Hembusan Abu Vulkanik Capai 5000 Meter dari Puncak

Kesempatan untuk memulai hidup yang baru menjadi anugerah sekaligus hikmah yang diberikan kepada warga Desa Pululera, di balik setiap cobaan yang Tuhan berikan.***

Halaman:
1
2
3
4
5
Sumber: Antara

Berita Terkait