Andreas Harsono Jelaskan Kondisi Mental Sang Adik yang Menjadi Korban Kekerasan Seksual hingga Akhirnya Meninggal
- Penulis : Ulil
- Sabtu, 09 November 2024 18:25 WIB

POLITIKABC.COM - Andreas Harsono, salah satu pendiri Kelas Jurnalisme Sastrawi, Yayasan Pantau, pulang ke kampung halamannya, Jember, setelah mengetahui adik kandungnya Susanna Harsono (54), menjadi korban kekerasan seksual, hingga berujuang sakit dan meninggal.
Andreas menyebut dirinya merupakan salah satu Kakak yang paling dekat dengan Susanna. Setiap hari Andreas dan adiknya seringkali berkomunikasi lewat sambungan telepon.
Bahkan, Susanna juga sering berangkat sendiri ke Jakarta dengan naik Kereta Api untuk bertemu Andreas.
"Saya, ada lagi adik saya, baru kemudian Susanna. Tapi dari semua, dia paling dekat dengan saya. Tiap hari telepon," kata Andreas kepada Politikabc.com di Mapolres Jember, Sabtu 9 November 2024.
Susanna, kata Andreas divonis mengalami Skizofrenia Paranoia. Atas kondisinya dia disebut mengalami disabilitas psiko-sosial. Adiknya, menuntaskan sekolah SD hingga SMA di Jember.
Susanna sempat kuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang. Kemudian pindah ke Asian Institute for Liturgy and Music di Manila, selama dua tahun.
"Namun dia drop out," jelasnya.
Susanna kemudian kembali ke Indonesia, sempat kuliah setahun di Akademi Seni Karawitan Indonesia di Surakarta, namun juga gagal. Baru kemudian dia terdiagnosa mengalami skizofrenia.
Setelah kembali dan tinggal di Jember, dia bisa mengurus masalah domestik dan merawat orangtuanya.
Baca Juga: Hingga November 2024, Kekerasan Seksual yang Ditangani Satgas PPKS Universitas Jember Capai 22 Kasus
"Dia bisa bermain musik piano klasik, menyanyi dan hapal ratusan lagu," katanya.