DECEMBER 9, 2022
Politik

Terungkap, Ini Alasan PDI Perjuangan Tidak Memecat Jokowi Ketika Pilpres 2024 Berlangsung

image
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. PDI Perjuangan sampaikan alasan tidak memecat Jokowi Ketika Pilpres 2024 Berlangsung. (ANTARA)

POLITIKABC.COM - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, menjelaskan bahwa keputusan partainya untuk tidak memecat Joko Widodo (Jokowi) sebagai kader PDI Perjuangan selama Pemilu 2024 didasarkan pada rasa penghormatan terhadap Jokowi sebagai presiden. 

Sebagaimana diketahui, terdapat tiga surat keputusan yang memutuskan pemecatan terhadap Jokowi, Gibran, dan Bobby, yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto. 

Jokowi sendiri bergabung dengan PDI Perjuangan pada tahun 2014, sementara Gibran menjadi kader pada 2019, dan Bobby pada 2020.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto Tegaskan Status Joko Widodo dan Keluarganya Bukan Lagi Bagian PDI Perjuangan

"Kita memiliki nilai etik dan moralitas politik untuk menjaga martabat Jokowi sebagai presiden yang harus dihormati semasa menjabat," kata Deddy, Senin 16 Desember 2024. 

Menurut Deddy, saat itu pihaknya masih fokus dalam pemenangan kader-kader PDI Perjuangan di tingkat calon presiden, calon legislatif hingga calon kepala daerah.

Setelah pesta demokrasi selesai, barulah PDI Perjuangan mengumpulkan kader-kadernya untuk dievaluasi secara menyeluruh.

Baca Juga: PDIP Resmi Pecat Jokowi, Ketua Projo Budi Arie Setiadi: Banyak Partai yang Mau Menampung

Momentum itu dipakai PDI Perjuangan untuk memecat Jokowi sebagai kader. "Jadi proses ini bukan khusus hanya soal Jokowi dan keluarga tetapi kader-kader di seluruh Indonesia," kata Deddy.

Selain itu, Deddy juga menghindari narasi jahat yang kemungkinan muncul jika Jokowi dipecat saat masa pilpres.

Narasi yang mungkin muncul yakni pemecatan Jokowi dikarenakan anaknya yakni Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden diusung oleh lawan politik PDI Perjuangan.

Baca Juga: Aneh, Paslon Tri Rismaharini-Gus Hans Tidak Memperoleh Suara Satu pun di 3.900 TPS, PDI Perjuangan Menggugat

"Jadi tentu yang terbaik adalah melakukan pemecatan setelah semua kontestasi politik selesai. Sehingga jelas dan tegas bahwa proses ini semata-mata untuk menegakkan aturan dan disiplin partai," kata Deddy.

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait