DECEMBER 9, 2022
News

Cegah Masuknya Air Laut ke Daratan, Pemprov DKI Jakarta Perluas Tanaman Mangrove, Kini Capai 682 Hektar 

image
Penanaman bibit pohon mangrove oleh Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL) Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta di Pulau Tidung Kecil, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB University) Dietriech G. Bengen berpendapat pentingnya membangun sempadan pantai guna mencegah abrasi (pengikisan tanah di pesisir pantai yang disebabkan oleh gelombang dan arus laut yang merusak) di pesisir.

Di sisi lain, sempadan pantai juga dapat dijadikan daerah evakuasi saat terjadi bencana.

"Hal penting supaya laut tidak mempengaruhi daratan, dalam hal ini masuk air laut, ada yang namanya sempadan. Sempadan pantai harus dibuat oleh setiap darah, minimal 100 meter dari pasang tertinggi daratan," ujar dia.

Baca Juga: Gelombang Pasang di Pantai Air Punggur Bengkulu Sebabkan Abrasi dan Mengancam Jalan Nasional

Lalu, dalam menciptakan sempadan pantai, kata Dietriech, mengintegrasikan tata ruang darat dan laut merupakan hal penting.

Pemanfaatan sempadan pantai itu harus mematuhi ruang terbuka hijau (RTH). Sempadan pantai ini juga penting untuk mencegah abrasi.

"Kementerian ATR (Agraria dan Tata Ruang) sedang membuat regulasi di dalam pemanfaatan sempadan pantai," kata dia.***

Baca Juga: Pemkab Kabupaten Indragiri Hilir Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Abrasi

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait