Warga Sipil Lebanon di Kota Saida dan Sarafand Bantah Klaim Israel yang Menyasar Hizbullah
- Penulis : Ulil
- Jumat, 01 November 2024 09:26 WIB
.jpg)
POLITIKABC.COM - Warga sipil Lebanon di kota Saida dan Sarafand di selatan membantah klaim Israel yang menyatakan bahwa serangan udara menargetkan posisi Hizbullah.
Warga sipil di Lebanon menegaskan bahwa serangan tersebut justru menghantam kawasan pemukiman dan menewaskan warga sipil.
Dalam salah satu serangan paling mematikan, serangan udara Israel pada Selasa 29 Oktober 2024, menewaskan 15 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, saat menghantam sebuah bangunan pemukiman di desa Sarafand, menurut pejabat setempat.
“Bangunan yang menjadi target berada di kawasan pemukiman tempat warga sipil tinggal. Area ini tidak pernah digunakan untuk keperluan militer,” kata Wali Kota Sarafand, Ali Khalife, kepada Anadolu, seraya mencatat sekitar 18 serangan udara telah menghantam area tersebut baru-baru ini, dengan delapan warga sipil tewas sebelum serangan pada Selasa.
Bangunan tersebut dihuni oleh 21 orang pada saat serangan, dengan 15 orang tewas, menurut Khalife.
“Israel telah melakukan pembantaian terhadap warga sipil, anak-anak, orang tua, dan perempuan,” ujarnya, menegaskan bahwa serangan tersebut melanggar hukum internasional karena para korban tidak terkait dengan kegiatan militer.
Saksi mata melaporkan kerusakan yang meluas terjadi pada infrastruktur sipil di Saida.
Abdullah, seorang pemilik toko, menggambarkan pecahan peluru dari serangan yang merusak bangunan sekitar, menghancurkan televisi, panel surya, dan pipa air di dekatnya.
“Di antara korban tewas terdapat anak-anak dan seorang dokter. Mereka sama sekali tidak memiliki hubungan dengan kegiatan militer,” kata Abdullah, menentang pernyataan Israel yang menyebut serangan menargetkan posisi militan.
Hassan, warga Saida lainnya, menekankan bahwa area yang menjadi target adalah wilayah sipil.