Wayang Kulit Sasak, Media Komunikasi Lintas Budaya
- Penulis : Ulil
- Kamis, 17 Oktober 2024 18:45 WIB

Oleh: Sugiharto Purnama
POLITIKABC.COM - Lalu Nasib AR (83 tahun) memulai perjalanannya malam itu dengan menceritakan kisah transisi kepemimpinan Raja Jayengrane kepada putra mahkotanya yang bernama Maryunani dalam sebuah pementasan wayang kulit Sasak.
Raja Jayengrane adalah tokoh generasi tua, sedangkan anaknya Maryunani adalah tokoh generasi muda. Proses perpindahan kekuasaan itu tidak berjalan mulus karena ada pengaruh dari para punggawa, seperti alam daur dan selandir.
Baca Juga: Merawat Jalan Kebudayaan di Kampung Jambuan Jember, Ajarkan Anak-anak Tentang Kearifan Lokal
Kebijaksanaan yang dimiliki Raja Jayengrane dalam memandang setiap masalah dan sifat mengakui kesalahan yang ada pada diri Maryunani membuat konflik mereka berdua akhirnya padam. Itu adalah garis besar cerita wayang Sasak yang disuguhkan oleh Lalu Nasib AR.
Jarum jam analog menunjukkan pukul 20.50 WITA, pada Sabtu (21/9/2024). Di Lapangan Kolaborasi Museum Negeri Nusa Tenggara Barat yang terletak di jantung Kota Mataram padat pengunjung. Orang-orang yang tadinya menyebar di sekitaran stan produk UMKM perlahan mulai merapat ke depan panggung saat mendengar bebunyian alat musik tradisional.
Di atas panggung setinggi 1,5 meter yang diselimuti terpal berwarna biru, Lalu Nasib AR menyiapkan sejumlah aktor wayang Sasak. Wayang-wayang itu terbagi dua yang ditempatkan pada sisi kanan sebagai tokoh baik dan sisi kiri sebagai tokoh jahat.
Baca Juga: Makanan Tradisional Krecek Bung dari Lumajang Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Kain putih menjadi latar belakang dalam pertunjukan tersebut. Lampu pijar yang temaram memancarkan warna jingga menegaskan setiap lekuk wayang Sasak melalui bayangan-bayangan hitam.
Bagi etnis Sasak yang mendiami Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat, wayang Sasak merupakan seni pertunjukan yang berfungsi sebagai media komunikasi yang efektif menjangkau khalayak.
Jauh sebelum ada televisi dan bioskop, wayang Sasak digunakan sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan bernilai filosofi tentang kehidupan, sosial-budaya, maupun agama.
Baca Juga: Pj Bupati Lebak Gunawan Rusminto Janjikan Jalan Menuju Wisata Budaya Badui akan Mulus di 2025
Wayang Sasak mengambil cerita Menak yang sumber kisahnya tentang kehidupan Amir Hamzah yang merupakan paman Nabi Muhammad SAW. Tokoh Amir Hamzah punya banyak gelar dalam cerita pewayangan Sasak, salah satunya Raja Jayengrane.