Puisi Denny JA: Perempuan Itu Belajar di Bawah Cahaya Kunang-kunang
- Penulis : Ulil
- Kamis, 03 Oktober 2024 19:07 WIB

Dilihatnya perempuan tersingkir.
Burung membawa wahyu kecil padanya.
kekuatan tidak hanya peluru.
Ledakan itu datang dari kata-kata,
yang ditenun dengan hati.
Kata bisa menghancurkan kebisuan yang telah lama menindas.
Feminisme menyentuh jiwa,
bangkitkan revolusi bentuk lain,
tak bakar tubuh,
tetapi bebaskan pikiran terpenjara.
Baca Juga: Serukan Tagar #Kawalsampailegal, Para PRT Gelar Aksi Baca Puisi untuk Puan Maharani di Gedung DPR RI
Sartika dirikan jurnal,
menulis bukan untuk berbicara,
tapi untuk membelah sunyi,
dan merajut kembali sejarah yang melupakan mereka yang kalah.
Kini ia tahu,
perjuangannya bukan hanya untuk satu bangsa,
tapi untuk perempuan yang suaranya dibungkam,
mereka yang terbuang dari sejarah.
“Rumah tak lagi di tanah tempat kakiku berpijak,”
bisiknya, “tapi di setiap suara yang kubangkitkan.”
Baca Juga: Puisi Denny JA: 12 Jam Protes Berbaring di Jalan Raya
Ia menatap jauh ke depan,
melihat gema perempuan yang terlupakan,
suara-suara yang menunggu untuk dihidupkan kembali,
dari keheningan yang membelenggu.
Dan cahaya kunang-kunang,
yang dulu kecil dan rapuh,
kini menyala di jiwanya.
Ia semakin yakin.
Sejarah tak hanya ditulis dengan darah,
tapi juga dengan kata.
Baca Juga: Puisi Denny JA: Ibu, Kukirim Nyawaku Padamu, Sampaikah?
Jakarta, 3 Oktober 2024 ***