DECEMBER 9, 2022
News

Momentum Pilkada 2024, Permukiman di Kebon Pala Jakarta Timur Terendam Bajir hingga 2,5 Meter

image
Sejumlah warga tengah memindahkan kendaraan sepeda motornya ke dataran yang lebih tinggi akibat banjir melanda permukiman Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. ANTARA/HO-warga

POLITIKABC.COM - Momentum Pilkada 2024, diwarnai dengan kondisi musim penghujan. Akibatnya, sejumlah wilayah yang rawan banjir seperti Jakarta, kembali pesta demokrasi memilih calon pemimpin di DKI Jakarta. 

Seperti yang dialami warga di permukiman Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, terendam banjir hingga 2,5 meter akibat Kali Ciliwung meluap. 

Ketua RT 13 RW 04 Kelurahan Kampung Melayu, Sanusi menduga banjir itu terjadi karena meluapnya Kali Ciliwung. 

Baca Juga: Pilkada DKI Jakarta 2024, Cawagub Dharma Pongrekun Singgung Pembangunan Waduk Sukamahi: Semoga Tidak Ada Korup

Ciliwung meluap akibat air kiriman dari Bogor dan hujan deras yang terjadi di wilayah Jakarta pada Rabu 27 November 2024 malam.

"Ketinggian air saat ini sudah mencapai 2,5 meter. Ratusan rumah warga terdampak banjir," katanya ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis 28 November 2024. 

"Air mulai naik sekitar pukul 21.00 WIB dan saat ini sudah mencapai 2,5 meter. Penyebab banjir air kiriman dari Bogor dan hujan deras," kata Sanusi.

Baca Juga: Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Suswono Justru Menggunakan Hak Pilihnya di Pilkada Jawa Barat

Dia menuturkan, banjir itu tidak adanya dialami warga RT 13 saja, melainkan ada 10 RT lainnya di RW 04 yang juga terdampak banjir.

Bahkan, Sanusi memperkirakan terdapat lima RW di Kelurahan Kampung Melayu yang terdampak banjir akibat luapan Kali Ciliwung tersebut. "Jumlah rumah yang terdampak banjir diperkirakan 300 rumah lebih," katanya.

Menurut dia, ada sejumlah warga yang mau mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman, namun masih menunggu tim SAR.

Baca Juga: Pilkada DKI Jakarta: Relawan Ganjarist Deklarasi Dukungan untuk Paslon Pramono Anung-Rano Karno

"Ada beberapa warga yang mau mengungsi, tapi masih menunggu tim SAR. Namun, sebagian besar warga 'standby' di dalam rumahnya," katanya.

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait