DECEMBER 9, 2022
Humaniora

Meninggal di Usia 55 Tahun, Profil Romo Benny Susetyo yang Lantang Menyuarakan Masalah Kemanusiaan dan Ketidakadilan

image
Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo Meninggal. (Politikabc.com/kiriman)

POLITIKABC.COM -  Antonius Benny Susetyo lahir pada 10 Oktober 1968, adalah seorang pastor dari Indonesia. Sepanjang hidupnya, Romo Benny sapaan akrabnya, dikenal lantang membela mereka yang ditindas dan menyuarakan berbagai masalah kemanusiaan. 

Romo Benny dilahirkan di Malang dan menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana Malang pada tahun 1996. 

Sebagai seorang pastor muda, Romo Benny dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan gerakan moral bangsa dan menyuarakan masalah ketidakadilan. Kini, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut telah meninggal di usia 55 tahun, pada Sabtu, 5 Oktober 2024, dini hari.

Baca Juga: Profil Singkat Faisal Basri, Ekonom Senior dan Pendiri Indef yang Meninggal di Usia 65 Tahun

Berikut profil tentang Romo Benny. Selama hidup, Ia berkomitmen untuk mendukung masyarakat yang kurang beruntung, para korban bencana, dan korban kekerasan, serta berkontribusi dalam pengembangan Pusat Studi dan Pengembangan Kebudayaan (PUSPeK).

Penugasan Pastor Benny diberikan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Ia mulai aktif dalam pelayanan ketika ditempatkan di Paroki Situbondo, tepat sepekan setelah terjadinya kerusuhan di daerah tersebut. 

Dalam insiden itu, beberapa gereja, termasuk Gereja Katolik Situbondo, mengalami pembakaran. Baru saja ditahbiskan sebagai pastor, ia mendapat tugas dari Uskup Malang, Mgr HJS Pandoyoputro, OCarm, untuk membangun persaudaraan sejati dengan para pemimpin dan masyarakat Muslim di Situbondo dan Bondowoso. 

Baca Juga: Mantan Presiden Peru Alberto Fujimori Meninggal di Usia 86 Tahun

Pengalaman ini membawanya bertemu dengan banyak kiai, mengunjungi berbagai pesantren, serta mengadakan beberapa acara bersama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia keempat (1999-2001).

Bahkan, belum lama ini Romo Benny Susetyo mengecam aksi kekerasan yang terjadi dalam acara diskusi kebangsaan di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu 28 September 2024.

Benny dalam keterangannya menegaskan bahwa kekerasan tersebut merupakan tindakan yang menghancurkan keadaban Pancasila dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta keadilan.

Baca Juga: Ada 1,8 Juta Pengungsi Suriah, 13.500 di Antaranya Telah Meninggalkan Lebanon

"Kekerasan ini menghancurkan keadaban Pancasila, karena negara yang berdasarkan Pancasila tidak boleh membiarkan kekerasan terjadi," katanya.

Halaman:
1
2
3

Berita Terkait