Pecinta PSSI, Wahyu Sutono Sampaikan Surat Terbuka Untuk Peter Frans Gontha
- Penulis : Ulil
- Rabu, 18 September 2024 10:27 WIB

Jawaban saya: "Tentu lebih baik menang, seri atau kalah terhormat lewat perjuangan yang penuh cinta, siapa pun yang main. Karena siapa pun mereka yang membela tanah air ini, artinya mereka adalah pejuang olahraga. Halmana saat mereka sudah memiliki paspor Indonesia, maka hak dan kewajiban mereka semuanya sama.
Jadi semua itu tidak sesederhana pertanyaan dan pernyataan Saudara. Kecuali bila ditujukan hanya kepada Bung Towel atau segelintir orang yang anti pemain naturalisasi, mungkin akan disambut baik. Tapi karena ditujukan kepada publik, maka jawabannya seperti ini. Untuk itu mohon maaf bila kita berseberangan pemikiran.
Saya dan Saudara sama-sama pencinta musik Jazz. Jadi seperti halnya Jazz yang musiknya penuh improvisasi, maka PSSI pun akan elok bila berimprovisasi agar bisa mengatrol Timnas Indonesia, sekaligus transfer pengalaman, ilmu dan mental bertandingnya kepada pemain lokal, lewat pemain keturunan, selain membangunkan motivasi pemain Liga-1 agar lebih serius berlatih dan berkompetisi sehingga bisa dilirik pelatih nasional.
Baca Juga: Dapat Lampu Hijau dari Jokowi, Zainudin Amali Diizinkan Fokus di PSSI
"Yang terakhir, bila Saudara marah karena diejek oleh seorang teman asing Saudara yang akhirnya Saudara usir dari kantor Saudara selepas mencemoohkan PSSI, maka itu 100 persen murni urusan Saudara dengan orang asing tersebut. Nyatanya justru banyak pihak asing menyikapi positif akan perkembangan sepak bola Indonesia. Coba baca banyak media deh."
Terima kasih dan salam olahraga.
Itulah surat terbuka yang ditulis Wahyu Sutono untuk Peter Frans Gontha.***
Baca Juga: Wapres Ma'ruf Beberkan Kenapa Menpora Mundur Usai Terpilih Waketum PSSI