DECEMBER 9, 2022
Olahraga

Pecinta PSSI, Wahyu Sutono Sampaikan Surat Terbuka Untuk Peter Frans Gontha

image
Peter F Gontha ( ANTARA FOTO/ Teresia May)

4. Apa kita bangsa besar?

"Bukan saya rasa demikian" jawabannya. Karena harus tegas bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar. Karenanya bersikaplah dan berjiwa besar dengan pemikiran yang besar. Bukan hanya sekadar membuat pernyataan yang mengundang reaksi miring publik di medsos.

5. Apakah Anda tau bahwa naturalisasi mereka hanya sementara, karena mereka mempunyai dua paspor. Nanti kalau sudah selesai main di Indonesia mereka akan buang status WNI mereka? (Saya tau)

Baca Juga: Dapat Lampu Hijau dari Jokowi, Zainudin Amali Diizinkan Fokus di PSSI

Pertama, kalau tau apa Saudara bisa memberikan buktinya secara terbuka? Agar semua pihak bisa mengantisipasi.

Kedua, yang perlu Saudara ketahui bahwa sejak 6 Januari 2024 Belanda tidak lagi mengizinkan warganya berkewarganegaraan Ganda, sehingga tuduhan Saudara jelas tidak sesuai dengan fakta dan tak berdasarkan data.

Ketiga, Indonesia sendiri tidak menganut azas kewarganegaraan ganda, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2006, Pasal 9, yang menyatakan bahwa seseorang yang sudah memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi berkewarganegaraan ganda. Dengan demikian, para pemain naturalisasi itu gugur kewarganegaraan yang sebelumnya, dan itu sudah dijelaskan kepada mereka sebelumnya.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Beberkan Kenapa Menpora Mundur Usai Terpilih Waketum PSSI

Keempat, berdasarkan realita, pemain naturalisasi yang ada, belum ada satu pun yang sesuai tuduhan Saudara. Bahkan mereka yang tak berdarah Indonesia sekali pun. Misal Cristian Gonzáles asal Uruguay yang berjuang lama untuk bisa mendapat paspor Indonesia.

Gonzales yang sempat menjadi top skor baru resmi menjadi WNI pada 2011 dan sampai saat ini tetap cinta Indonesia dan selalu menonton langsung ke GBK untuk mendukung Timnas Indonesia saat bertanding.

"Yang luar biasa, Gonzales tidak pernah gembar gembor bila dengan uang pribadinya telah digunakan untuk membangun rumah ibadah di Kediri. Lalu mendirikan sekolah sepak bola modern guna mendukung kemajuan sepak bola Indonesia."

Baca Juga: Menpora Pekan Depan Undang PSSI, Pembahasan Piala Dunia U-17 Di indonesia

Pertanyaannya: "Kapan Saudara Peter akan melakukan hal itu? Bukankah sebagai seorang pengusaha sukses dananya lebih dari cukup?"

Halaman:
1
2
3
4
5

Berita Terkait