Mengenal Cacar Monyet, Penyakit Langka yang Kini Muncul Kembali, Apa Itu dan Bagaimana Gejalanya?
- Penulis : Ulil
- Jumat, 06 September 2024 12:55 WIB

Penyebaran virus ini diperparah oleh kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang cara penularan dan gejalanya. Selain itu, vaksinasi cacar yang pernah dihentikan sejak tahun 1980-an juga mempengaruhi daya tahan tubuh masyarakat terhadap virus cacar monyet ini.
Gejala cacar monyet biasanya muncul dalam 5-21 hari setelah terpapar virus. Gejalanya dimulai dengan demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan, mirip dengan flu pada umumnya.
Namun, gejala yang membedakannya adalah munculnya ruam kulit yang berawal dari wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lain seperti tangan, kaki, dan dada.
Ruam pada cacar monyet seringkali diawali dengan bintik merah yang kemudian berubah menjadi lepuhan berisi cairan dan akhirnya menjadi luka yang mengeras sebelum mengering dan terkelupas.
Ruam ini bisa sangat gatal dan menyakitkan, terutama ketika sudah menjadi lepuhan. Selain itu, kelenjar getah bening di sekitar tubuh juga bisa mengalami pembengkakan, yang menjadi salah satu tanda khas dari cacar monyet.
Secara umum, cacar monyet memiliki tingkat kematian yang rendah, terutama pada strain yang lebih umum ditemukan di luar Afrika.
Namun, pada kasus yang parah, terutama pada anak-anak, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, atau orang yang tidak pernah divaksinasi cacar, infeksi ini bisa berpotensi lebih serius. Komplikasi seperti infeksi paru-paru atau sepsis bisa terjadi pada kasus tertentu.
Diagnosis cacar monyet dilakukan melalui tes laboratorium dengan mengambil sampel dari lepuhan atau luka yang muncul di kulit.
Jika seseorang menunjukkan gejala yang sesuai dengan cacar monyet dan memiliki riwayat kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan medis untuk memastikan apakah itu benar-benar cacar monyet.
Saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk cacar monyet. Perawatan yang diberikan umumnya bersifat simptomatik, artinya hanya untuk meredakan gejala seperti demam dan rasa sakit.