Badan Keamanan Laut Jemput Para Nelayan yang Terjebak di Kawasan Malaysia akibat Mesin Rusak
- Penulis : Ulil
- Senin, 12 Agustus 2024 08:20 WIB

Cuaca mendung yang disertai hujan ringan mewarnai proses penjemputan. Satu persatu nelayan diangkut dengan sekoci menuju ke KN Tanjung Datu. Pelukan hangat Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Hadi Suryanto, yang sudah lama menanti kedatangan warganya di atas KN Tanjung Datu seperti memberikan semangat baru kepada para nelayan.
Sambil memeluk, beberapa nelayan mengucapkan terima kasih kepadanya dan kemudian menaiki lantai dua KN Tanjung Datu.
Di atas mereka sudah ditunggu oleh dua orang perawat Bakamla lengkap dengan alat medis. Dengan tertib para nelayan duduk di kursi yang sudah disediakan menunggu panggilan untuk diperiksa.
Sebelum diperiksa nelayan diberikan makanan ringan dan juga minuman, setelah itu satu persatu mereka dipanggil oleh perawat untuk diperiksa kesehatannya mulai dari detak jantung, bola mata, lidah, hingga telinga.
Untuk nelayan yang belum diperiksa diajak berbicara oleh Komandan KN Tanjung Datu Kolonel Bakamla, Rudi Endratmoko. Dengan nada pelan dan santun Rudi menanyakan keluhan para nelayan.
Bukannya mengeluh para nelayan malah mengucapkan terima kasih kepadanya sambil menatap dengan linangan air mata. Mereka mengaku sudah lama menantikan momen penjemputan itu sebab batin mereka tertekan saat di Malaysia.
Baca Juga: Nasib 15 Nelayan asal Merauke yang Melaut hingga Australia: Menunggu Kabar dari KJRI di Darwin
"Kami tidak dipukul di sana (Malaysia), cuman tertekan aja karena di negara orang," ucap salah satu Nelayan Rizal.
Serah terima
Setelah nelayan dinyatakan sehat, otoritas Malaysia menaiki KN Tanjung Datu dengan membawa berkas serah terima. Meski diwarnai rintik hujan dan alunan kecil gelombang, proses penyerahan tetap berjalan dengan lancar.
Selama proses serah terima berlangsung, di bagian buritan KN Tanjung Datu para personel Bakamla sibuk memindahkan tali kapal nelayan, dari kapal otoritas Malaysia ke KN Tanjung Datu.
Baca Juga: Buat Nelayan, Waspada Potensi Gelombang Tinggi di kawasan Samudera Hindia hingga 2,5 Meter
Berkat pengalaman menarik kapal asal Australia yang sempat mengalami kerusakan mesin di perairan Perairan Natuna Utara pada Oktober 2023 dan latihan-latihan yang masif dilakukan, proses pemasangan tali berjalan dengan cepat dan tepat.