Kasus Santriwati Tewas Diduga Akibat Dianiaya, Begini Respons Pihak Pondok Pesantren Al-Aziziyah
- Penulis : Ulil
- Sabtu, 29 Juni 2024 18:38 WIB

Kemudian, esok harinya, pada Kamis sore 13 Juni, santriwati NI mengeluh sakit demam dan benjolan nanah pada hidungnya tersebut sudah nampak pecah dan berlubang.
"Dokter kami waktu itu langsung cek, santriwati NI dibawa ke klinik kami, dikasih obat sesuai keluhan sakit. Keluhannya itu demam dan bengkak di bawah mata," kata Herman.
Karena kondisinya tidak kunjung membaik, kata dia, pihak ponpes kemudian menghubungi orang tua NI yang berdomisili di NTT.
"Jadi, setelah hubungi keluarganya beri tahu kondisi kesehatan NI, pamannya atau wali dari santriwati kami ini menjemputnya, Jumat sore 14 Juni," ujarnya.
Dari pantauan CCTV pada Jumat sore 14 Juni, Herman memastikan bahwa santriwati NI nampak masih bisa berjalan menuju kendaraan jemputan.
"Itu makanya, kami kaget setelah melihat kondisi NI di rumah sakit, itu berbeda dengan kondisinya saat meninggalkan pondok. Itu berjarak lima hari dari penjemputan," ucap dia.
Baca Juga: Modus Cabul Pengurus Pondok Pesantren di Lumajang, Orangtua Hanya Tahu Anaknya Rutin Ikut Pengajian
Dengan menceritakan hasil penelusuran demikian, Herman mengatakan pihak ponpes juga ingin mengetahui apa penyebab gangguan kesehatan santriwati NI yang kini harus menjalani perawatan medis dengan menggunakan ventilator di RSUD dr. Raden Soedjono.
"Itu makanya kami juga ingin tahu apa sebabnya itu, kami masih tunggu hasil diagnosa pihak rumah sakit," kata Herman.
Dengan mengetahui kondisi terkini dari santriwati NI, Herman mengatakan pihak Ponpes Al-Aziziyah dan seluruh santri turut mendoakan untuk kesembuhan NI.
Baca Juga: Santriwati Pondok Pesantren Al-Aziziyah Tewas Dianiaya, Pihak Keluarga Minta Ada Proses Autopsi
"Kami sangat sedih melihat kondisi santriwati kami ini, kami tetap mendoakan, mudahan santriwati kami ini cepat pulih, cepat sembuh supaya bisa kembali lagi berkumpul dengan rekannya di asrama," ujar dia.***