Debat Pamungkas Pilkada DKI Jakarta: Tiga Cawagub Adu Strategi Mengatasi Persoalan Banjir
- Penulis : Ulil
- Senin, 18 November 2024 05:45 WIB

"Untuk curah hujan di Jakarta, kita akan lakukan sistem pengendalian air terpadu, kemudian kita akan normalisasi daerah aliran sungai," katanya.
Khusus untuk banjir kiriman, Kun akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah hulu terkait penanganannya.
"Untuk masalah terkait dengan banjir kiriman, kita perlu melakukan koordinasi dan komunikasi aktif dengan pemerintah daerah di hulu, seperti Bogor dalam pengaturan debit air. Kemudian kita juga akan perbaiki tata guna lahan di sana," katanya.
Sedangkan cawagub nomor urut 3 Rano Karno (Bang Doel) menyebut pembangunan waduk hingga normalisasi sungai penting untuk menangani banjir yang terus terjadi di kota ini.
"Saya sepakat (dengan Kun) di Jakarta memang hanya tiga unsur banjir, yang pertama banjir kiriman. Karena itu pembangunan waduk untuk kurangi debit air yang masuk ke Jakarta sangat dibutuhkan," katanya.
Selain pembangunan waduk, Bang Doel juga mengatakan perlunya melakukan normalisasi sungai dan menambah jumlah sumur resapan di Jakarta.
Lebih lanjut terkait masalah di banjir di Jakarta, dia juga menyebut tentang banjir genangan drainase.
Guna menangani ini, dia akan menyiapkan pasukan oranye (Dinas Lingkungan Hidup) dan membangun sarana utilitas terpadu agar kabel tidak menumpuk di drainase.
"Kemudian secara nyata, banjir akan jadi salah satu prioritas APBD DKI 2025. Normalisasi sungai harus segera diselesaikan," kata Rano.
Penanganan banjir jadi salah satu subtema di debat ketiga Pilkada DKI Jakarta. Banjir menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Kota Jakarta. Data penanggulangan Jakarta menunjukkan jumlah kejadian bencana banjir pada 2022 mencapai 643 bencana, naik 54,5 persen dari tahun sebelumnya.***