Kisah Maruli, Tinggalkan Anak dan Istri ke Afrika Tengah demi NKRI
- Penulis : Ulil
- Selasa, 05 November 2024 17:07 WIB

Kondisi ini membuat PBB mengambil tindakan untuk menyelamatkan warga setempat sekaligus mencoba meredam konflik yang terjadi.
Dalam kondisi inilah TNI mengambil peran menjalankan misi kemanusiaan untuk ikut meredam konflik dan menyelamatkan warga di Afrika Tengah.
Kepala Pusat Zeni TNI Angkatan Darat (Pusziad) Mayjen TNI Budi Hariswanto menjelaskan pihaknya telah menyiapkan 138 pasukan untuk dikirimkan ke Afrika Tengah menjalankan misi perdamaian.
Baca Juga: Bapplu Gerindra menunjuk mantan komisioner Komnas HAM Munafrizal sebagai pembicara
Tugas seratusan pasukan itu menggantikan pasukan lain yang telah bertugas di Afrika Tengah selama satu tahun.
Selama 1 tahun terakhir pihaknya menerima banyak laporan bagus dari seluruh pasukan yang telah menjalankan tugas kemanusiaan di Afrika Tengah.
Laporan tersebut salah satunya berupa apresiasi dari PBB atas kontribusi pasukan TNI di Afrika Selatan. Untuk menjaga kinerja baik itu, Budi memastikan telah mempersiapkan pasukan pengganti dengan kemampuan yang terbaik.
Baca Juga: Prabowo Sebut Afrika Nilai Indonesia Jadi Contoh Keberhasilan Negara Berkembang
Para pasukan itu dilengkapi beragam kemampuan di bidang teknis, seperti pembangunan infrastruktur dan bahan peledak.
Kemampuan infrastruktur tentu sangat diperlukan untuk menunjang kemampuan utama Zeni yakni dalam membangun fasilitas publik seperti jalan, jembatan, rumah sakit, dan fasilitas lainnya.
Selain itu, kemampuan di bidang bahan peledak juga sangat diperlukan untuk menjinakkan ranjau yang masih tersebar di lokasi konflik.
Tidak hanya kemampuan teknis, para prajurit juga dibekali dengan kemampuan sosial yang tinggi untuk berbaur dengan masyarakat.
Baca Juga: Alami Kelangkaan Bahan Bakar, Sejumlah Penerbangan Pesawat di Mali, Afrika Barat Dibatalkan
Mereka pun dibekali kemampuan bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat setempat, bagaimana menjadi mediator untuk tidak terjadi perselisihan di sana.