DECEMBER 9, 2022
Humaniora

Kisah Maruli, Tinggalkan Anak dan Istri ke Afrika Tengah demi NKRI

image
Serka Maruli Butarbutar (kiri) dan sang istri Hotma Meriana Situngkir (kanan) usai menjalani upacara pelepasan pasukan di markas Yonzikon 14, Jagakarsa, Jakarta Selatan/ANTARA/Walda Marison

Rangkaian tes tersebut sudah dijalani Maruli sejak Februari 2024. Dari rangkaian tes yang ketat, Maruli berhasil melewati tingkatan seleksi hingga akhirnya dinyatakan lulus pada Mei 2024.

Setelah dinyatakan lulus, Maruli pun mengikuti pendidikan di Bogor untuk mempertajam kemampuan teknis guna mendukung operasi perdamaian di Afrika Tengah.

Namun, kabar kelulusan itu bak pisau bermata dua yang menghujam Maruli dan keluarga. Di satu sisi Maruli tidak bisa membendung kebanggaan mengemban tugas negara dalam misi perdamaian. Di sisi lain, Maruli dirundung kesedihan karena harus meninggalkan keluarga selama 1 tahun.

Baca Juga: Bapplu Gerindra menunjuk mantan komisioner Komnas HAM Munafrizal sebagai pembicara

Kecamuk di kepala Maruli itu pun coba dia ceritakan ke sang istri. Layaknya sang istri tentara, Hotma Meriana Situngkir tetap tegar menerima kenyataan dan terus mendukung suami menjalankan tugas.

"Saya juga sampaikan, risiko jadi istri tentara, ya seperti ini. Kita akan ditinggalkan demi tugas karena tugas adalah kehormatan dan kebanggaan kita," kata Maruli.

Walau sudah mendapatkan restu dari sang istri, perasaan Maruli tetap diliputi kegelisahan. Dia merasa berat karena harus meninggalkan sang buah hati, terutama si bungsu, Manuella.

Baca Juga: Prabowo Sebut Afrika Nilai Indonesia Jadi Contoh Keberhasilan Negara Berkembang

"Kalau adiknya yang kecil ini (bungsu) memang secara batin kita belum siap untuk meninggalkan karena masih butuh sosok ayah dalam tumbuh kembangnya," kata Maruli.

Namun demikian, Maruli harus meredam rasa gelisah itu bulat-bulat dan tetap menjalankan tugas atas nama negara.

Pria berusia 31 tahun ini juga telah memiliki cara ampuh untuk menghadapi situasi hati yang dilematis itu. Cara itu dia dapatkan ketika mengikuti pendidikan khusus di Bogor sebelum dikirim ke Afrika Tengah.

Baca Juga: Alami Kelangkaan Bahan Bakar, Sejumlah Penerbangan Pesawat di Mali, Afrika Barat Dibatalkan

Maruli menyebut ada pembekalan materi manajemen stres, yakni bagaimana seseorang mengelola stres ketika sudah rindu kepada anak dan istri.

Halaman:
1
2
3
4
5
Sumber: Antara

Berita Terkait