Kasus Penembakan Pengendara Motor oleh Orang Tak Dikenal di Kota Batu Terungkap, Begini Modus Pelaku
- Penulis : Ulil
- Jumat, 11 Oktober 2024 13:17 WIB

POLITIKABC.COM - Kepolisian Resor (Polres) Kota Batu, Jawa Timur, telah menangkap MS (52) yang diduga sebagai pelaku penembakan terhadap seorang pengendara motor, AS (38), di Jalan Wukir, Kecamatan Batu, Kelurahan Temas. Anehnya, pelaku dan korban tidak saling mengenal. Lantas apa modus dari pelaku penembakan?
Kepala Polres Kota Batu, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Yudha Pranata, menjelaskan bahwa MS ditangkap tidak lama setelah insiden penembakan tersebut.
Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti terkait kejahatan tersangka, termasuk satu senjata rakitan, satu senjata rakitan tanpa pegangan, 43 butir peluru berukuran 5 milimeter, satu pir pegas, satu selongsong gas, dan tiga amunisi reaktif.
Baca Juga: Kasus Penembakan Donald Trump, Presiden China Xi Jinping Sampaikan Turut Prihatin
"Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Batu dibantu Polda Jawa Timur berkoordinasi dan menemukan dia di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dalam kurun waktu kurang dari 7 jam dari kejadian," kata Andi, Jumat 11 Oktober 2024.
"Satu kendaraan roda dua berwarna hitam tanpa plat nomor dan helm warna hitam yang digunakan MS saat kejadian," ucapnya.
Dia menyatakan bahwa penembakan oleh MS tidak hanya sekali ini, tetapi sudah dua kali dilakukannya.
Baca Juga: Presiden Terpilih Prabowo Subianto Sampaikan Rasa Prihatin atas Insiden Penembakan Donald Trump
"Tersangka dan korban tidak saling mengenal," ucapnya.
Aksi pertamanya terjadi pada 1 Oktober 2024 dengan lokasi tempat kejadian perkara (TKP) di perempatan sekitaran kawasan Pusdik Arhanud, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Selang sembilan hari atau pada 10 Oktober 2024, MS kembali melakukan penembakan di di Jalan Wukir atau tepatnya di depan kantor Kelurahan Temas.
Baca Juga: Komnas HAM Desak Polda Papua Barat Segera Ungkap Kasus Penembakan Seorang Warga Manokwari
Andi menyatakan tersangka mengincar korban secara acak, dua penembakan di lokasi yang berbeda didasari oleh motif yang sama, yakni merasa diikuti.