2.800 Orang Jadi Korban akibat Ledakan Pager di Lebanon, ICOM Perusahaan Jepang: Produksinya Dihentikan 10 Tahun Lalu
- Penulis : Ulil
- Sabtu, 21 September 2024 10:48 WIB

POLITIKABC.COM - ICOM, perusahaan Jepang yang diduga memproduksi pager yang meledak di Lebanon, mengungkapkan bahwa produk tersebut telah dihentikan produksinya sepuluh tahun yang lalu.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, ledakan massal pager pada Selasa, 17 September 2024, mengakibatkan sedikitnya 12 orang tewas dan lebih dari 2.800 orang terluka.
Gelombang kedua ledakan massal yang melibatkan perangkat komunikasi yang digunakan oleh anggota Hizbullah pada Rabu, 18 September, menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai lebih dari 450 orang.
Kementerian Komunikasi Lebanon menyatakan bahwa radio ICOM IC-V82 yang meledak tidak memiliki izin.
ICOM menyebutkan bahwa IC-V82 adalah radio genggam yang diproduksi dan diekspor, termasuk ke Timur Tengah, dari 2004 hingga Oktober 2014.
Produksi radio tersebut dihentikan sekitar 10 tahun lalu, dan sejak itu tidak lagi dikirim dari perusahaan itu.
"Produksi baterai yang dibutuhkan untuk mengoperasikan unit utama juga telah dihentikan, dan segel hologram untuk membedakan produk palsu tidak terpasang," kata ICOM melalui pernyataan.
Perusahaan tersebut juga menambahkan bahwa tidak dapat dipastikan apakah produk tersebut dikirim dari ICOM, dan bahwa produk untuk pasar luar negeri dijual secara eksklusif melalui distributor resmi.
"Selain itu, kami telah menetapkan program ekspor (Program Pengendalian Ekspor Keamanan Icom) berdasarkan peraturan pengendalian perdagangan keamanan yang diatur oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, dan kami melakukan kontrol ekspor yang ketat," kata ICOM.
Baca Juga: Ketegangan Meningkat, Serangan Udara Israel ke Lebanon Menewaskan 14 Orang
Perusahaan itu menegaskan bahwa tidak ada suku cadang selain yang ditentukan oleh ICOM yang digunakan dalam produknya.