5 Tradisi Unik yang Menyemarakkan Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Indonesia
- Penulis : Ulil
- Kamis, 12 September 2024 08:06 WIB

3. Sekaten di Surakarta dan Yogyakarta
Di Solo dan Yogyakarta, perayaan Maulid juga ditandai dengan Sekaten, sebuah festival yang berlangsung seminggu penuh. Acara ini dimulai dengan pemukulan gamelan di halaman Keraton, kemudian dilanjutkan dengan pasar rakyat yang ramai dengan kuliner dan kerajinan lokal.
Tradisi ini diyakini menjadi sarana dakwah Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Sekaten menjadi ajang edukasi keagamaan sekaligus wisata budaya yang menyatukan masyarakat dari berbagai kalangan.
Baca Juga: Merawat Jalan Kebudayaan di Kampung Jambuan Jember, Ajarkan Anak-anak Tentang Kearifan Lokal
4. Bungo Lado di Padang Pariaman
Dari Sumatera Barat, ada tradisi Bungo Lado yang tak kalah menarik. Bungo Lado secara harfiah berarti "bunga cabai" dan menjadi simbol sedekah atau pemberian kepada masjid dan surau setempat.
Masyarakat akan menghias pohon atau ranting dengan uang kertas, kemudian dipersembahkan sebagai wujud syukur dan kecintaan kepada Nabi Muhammad.
Baca Juga: Nikmatnya Aroma Kopi dari Lampung, Mengenal Komoditas dan Kebudayaan Lampung Barat
Tradisi ini mempererat tali silaturahmi sekaligus menjadi bentuk gotong royong masyarakat dalam memperbaiki fasilitas ibadah.
5. Khataman Al-Qur'an dan Pelal di Bangka Belitung
Di Kepulauan Bangka Belitung, peringatan Maulid Nabi juga diwarnai dengan khataman Al-Qur'an dan tradisi "Pelal". Pelal adalah acara makan bersama yang melibatkan seluruh masyarakat kampung.
Baca Juga: Makanan Tradisional Krecek Bung dari Lumajang Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Khataman biasanya dilakukan oleh anak-anak yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Qur'an di surau atau masjid.