DECEMBER 9, 2022
Nusantara

Denny JA Terbitkan Buku Puisi Esai ke-6 tentang Sisi Gelap Sejarah Kemerdekaan

image
Denny JA (Politikabc/kiriman)

Sebelumnya, Danny J.A. juga sudah menerbitkan 5 buku puisi esainya lainnya.

Pertama adalah "Atas Nama Cinta," yang terbit di tahun 2012.

Buku ini menggali dan merekam suasana diskriminasi yang masih dirasakan publik luas setelah reformasi. Untuk membaca lebih lanjut ulasan buku puisi esai "Atas Nama Cinta," bisa klik link ini:

Baca Juga: LSI Denny JA: 97 Persen Pemberitaan di Media Online tentang Pemberian Izin Usaha Pertambangan ke Ormas Keagamaan Bernada Netral

https://www.facebook.com/share/p/LK7yCaQC9TLvhhvj/?mibextid=K35XfP

Mulai dari diskriminasi yang sifatnya agama, diskriminasi gender, diskriminasi etnik, dan juga diskriminasi orientasi seksual. Inilah buku puisi esainya yang pertama yang ada. Itu  pula awal diperkenalkannya genre puisi esai.

Lalu kedua, Denny JA menerbitkan juga buku yang berjudul "Kutunggu di Setiap Kamis,” (2014).

Baca Juga: 4 Lukisan Denny JA dengan asisten Artificial Intelligence soal The Harmony of Religions

Puisi esainya ini menggali kisah orang-orang yang hilang dalam sejarah Indonesia sejak tahun 1965 sampai 1998. Untuk membaca buku "Kutunggu di Setiap Kamis,” (2014) bisa klik link ini:

https://www.facebook.com/share/p/JfTtab9T4R6VJiFF/?mibextid=K35XfP

Setiap hari Kamis itu puluhan ibu-ibu, bapak-bapak, laki dan perempuan berdemonstrasi di depan istana negara di Jakarta dengan membawa payung hitam.

Baca Juga: Denny JA: Universalization of the Religious Message

Mereka mencari keluarga mereka yang hilang. Denny JA pun menggali kisah di balik peristiwa hilangnya seorang aktivis di tahun 1998.

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7
8

Berita Terkait