Duh, WHO Sebut dari 254 Juta Orang di Dunia yang Terinfeksi Hepatitis C, 86 Persen di Antaranya Tidak Menyadari
- Penulis : Ulil
- Sabtu, 22 Juni 2024 08:10 WIB

Sejak 2017, Indonesia menggagas program Triple Elimination untuk mencegah tiga penyakit infeksi yang sangat rentan untuk ditransmisikan dari ibu kepada janin yaitu infeksi HIV, Sifilis, dan Hepatitis B.
Deteksi dini HIV, sifilis, dan hepatitis B saat ini sudah bisa dilakukan di Puskesmas dan dilakukan dengan tes cepat menggunakan sampel darah ibu hamil.
Apabila di awal deteksi ini ditemukan hasil yang positif, maka ibu hamil akan diterapi sesegera mungkin dengan tujuan untuk menurunkan risiko penularan kepada bayinya.
Selain itu, skrining terhadap hepatitis juga berlaku bagi calon pengantin sebagai syarat pernikahan di Indonesia.
Tenaga medis menempati porsi 4,7 persen kelompok yang berisiko terpapar virus hepatitis B, sedangkan proporsi tenaga kesehatan yang memiliki antibodi anti-HBs+ sebesar 36,7 persen.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan dari penularan hepatitis B, pemerintah meluncurkan program vaksinasi kepada dokter hingga petugas laboratorium sejak November 2023 secara gratis.
Pada kondisi hepatitis terburuk, Indonesia telah memiliki kemampuan untuk transplantasi hati berbiaya sekitar Rp1 miliar dengan subsidi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berkisar Rp300 juta.
Baca Juga: Waspada, WHO Umumkan Satu Orang Meninggal akibat Tertular Jenis Flu Burung Baru
Selain itu, Indonesia juga tengah mengembangkan terapi stem cell. Sel punca adalah satu-satunya sel dalam darah yang mampu meregenerasi tipe sel baru hingga pasien bisa 100 persen pulih.
Jadi, kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan penyakit hepatitis harus terus ditumbuhkan agar dapat mengantisipasi dan mencegah kemungkinan terpapar hepatitis melalui pola hidup sehat, serta mampu melakukan deteksi dini jika menemukan gejala-gejala yang timbul untuk segera mendapat penanganan terbaik.***