Catatan Denny JA: Mengapa Donald Trump Menang? Dan Apa Efeknya Buat Indonesia?
- Penulis : Ulil
- Jumat, 08 November 2024 11:03 WIB

Melalui janji untuk memulihkan “kebanggaan Amerika” dan melindungi pekerjaan lokal, Trump juga mendapat dukungan kuat dari kalangan konservatif, nasionalis, dan pekerja kulit putih.
Mereka melihat Donald Trump sebagai pemimpin yang dapat menjaga nilai-nilai tradisional Amerika.
Trump juga mengusahakan agar kekalahannya di kalangan pemilih kulit berwarna—Afrika-Amerika, Hispanik, dan Asia—bisa diminimalisasi.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Renungan Sumpah Pemuda, Warna Nasionalisme di Era Algoritma
Trump memilih banyak tokoh Hispanik, kulit hitam, Muslim, dan Asia untuk menjadi juru kampanyenya. Itu untuk mengesankan kepada segmen pemilih minoritas bahwa Trump pun memperjuangkan nasib mereka.
Di segmen pemilih berpendidikan rendah, Trump menjanjikan kemudahan akses ekonomi dan pekerjaan yang berdaya saing tinggi, serta jaminan untuk memerangi inflasi.
Trump juga menggandeng Elon Musk untuk memberi keyakinan kepada para pengusaha bahwa ia adalah calon presiden yang pro-bisnis.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Menambah Elemen Penghayatan bahkan untuk Hal-hal Kecil
Dampak Kemenangan Trump untuk Indonesia
Kemenangan Trump tidak hanya menjadi isu dalam negeri Amerika Serikat. Ia juga membawa dampak signifikan bagi Indonesia.
Kebijakan Trump yang cenderung proteksionis dapat menghambat ekspor Indonesia. Sementara retorika anti-imigrasi dan kebijakan luar negeri yang agresif mungkin akan mempengaruhi diaspora Indonesia di Amerika Serikat.
Dari sisi geopolitik, pendekatan Trump yang condong kepada Israel bisa memperumit hubungan Indonesia di kawasan Timur Tengah, terutama dalam mendukung Palestina.