DECEMBER 9, 2022
Otomotif

Tak Kalah Garang, Ini Cara Mengoptimalkan Kemampuan Jelajah Mobil Listrik

image
Mobil Hyundai all-new KONA Electric melaju melewati genangan di jalan dalam uji kendara di Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA/Adimas Raditya)

POLITIKABC.COM -  PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memberikan tips untuk meningkatkan jarak tempuh mobil listrik, salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan baterai.

Chief Operating Officer PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menyatakan bahwa jarak tempuh mobil listrik yang optimal dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama akselerasi yang konsisten dari pengemudi dengan kecepatan maksimum 90 km per jam.

Frans menyarankan agar pengemudi mobil listrik menghindari akselerasi dan pengereman yang mendadak, karena hal ini dapat mengakibatkan pemborosan baterai.

Baca Juga: Upacara Kemerdekaan di IKN, Kementerian Sekretariat Negara akan Menyewa 1000 Unit Mobil untuk Para Tamu VVIP

Dia juga merekomendasikan agar pengemudi memanfaatkan fitur regeneratif braking pada kendaraan dalam mode otomatis, yang dapat memberikan tambahan daya untuk baterai mobil listrik.

Frans menekankan pentingnya bagi pengemudi untuk memperhatikan arus lalu lintas agar dapat mengemudikan kendaraan dengan kecepatan stabil dan mengurangi penggunaan rem yang mendadak.

"Biarkan mobil mengurangi kecepatannya secara natural. Jadi, dengan kita memperhatikan arus lalu lintas, secara tidak langsung akan memaksimalkan jarak tempuh," kata Frans, di Semarang, Kamis 3 Oktober 2024. 

Baca Juga: Pakar Otomotif Sebut Parkir Mobil Matik Salah Bisa Perpendek Usia Ketahanan Mesin, Begini Langkah yang Benar

Menurut dia, pengguna mobil listrik lebih baik memilih menggunakan mode Eco alih-alih mode Normal, Sport, atau Snow.

Frans mengatakan, selama berkendara menggunakan mobil listrik sebaiknya tidak menggunakan sarana kendaraan untuk mengisi daya peralatan elektronik kalau tidak mendesak agar daya baterai mobil listrik tidak berkurang.

Selain itu, selama berkendara semua jendela mobil listrik disarankan ditutup rapat untuk meminimalkan potensi hambatan terhadap laju kendaraan.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Penjualan Mobil Hybrid di Pasar Indonesia Tetap Mulus Tanpa Dukungan Insentif dari Pemerintah

Penyejuk udara atau AC mobil bisa diatur pada suhu 17 derajat Celsius, tetapi kecepatan putaran kipas cukup level satu.

Frans mengimbau pengendara mobil listrik saat memakai AC memilih menggunakan recirculate mode​​​​​ ketimbang mengambil udara dari luar, karena opsi tersebut dapat memberatkan kerja AC.

"Udara sebaiknya dialirkan kembali atau diputar di dalam kabin, apalagi berkendara di perkotaan. Jika udara dari luar maka sistem akan meminta AC untuk mendinginkan udara dari luar, yang itu juga butuh energi listrik," katanya.

Baca Juga: Dua Kapal di Pelabuhan Muara Baru Penjaringan Terbakar, Petugas Mengerahkan Delapan Unit Mobil Pemadam 

Mobil Hyundai all-new KONA Electric varian Signature Long Range dapat digunakan untuk menempuh jarak 420 km tanpa harus melakukan pengisian ulang daya dalam perjalanan dari Jakarta ke Semarang.

Namun, Frans menekankan bahwa jangkauan mobil listrik akan bergantung pada gaya berkendara, kondisi jalan, dan penggunaan fitur-fitur kendaraan.***

Sumber: Antara

Berita Terkait