DECEMBER 9, 2022
Puisi

Puisi Denny JA: Kulihat Raksasa Itu Tumbang

image
Puisi Denny JA, Kulihat Raksasa Itu Tumbang. (Politikabc.com/kiriman)

POLITIKABC.COM - Di tahun 1960-an, Mualim dikirim ke Moskow untuk belajar. Prahara politik dekade itu membuatnya tak bisa pulang, dan mengubah hidupnya.

-000-

Apa yang bisa diharap oleh daun,  
yang lepas dari pohon,  
melayang tanpa arah,  
diombang-ambingkan angin?  

Baca Juga: Puisi Denny JA: 12 Jam Protes Berbaring di Jalan Raya

"Akulah daun itu," kata Mualim,  
dihempaskan oleh ilusi revolusi,  
hilang, tanpa tahu di mana berakhir.

Di Moskow, di masa tua,  
Mualim kedinginan.  
Namun, hatinya lebih beku.  

Kebun di dadanya, dulu penuh bunga  
dan yel-yel revolusi,  
kini layu, tersisa luka yang menganga.

Baca Juga: Puisi Denny JA: Ibu, Kukirim Nyawaku Padamu, Sampaikah?

Ia menatap patung Lenin.  
Angin membawa ingatannya jauh,  
ke masa Indonesia menyala,  
ketika revolusi adalah mantra.  

Mualim, pemuda penuh api,  
dikirim Bung Karno sekolah ke Moskow  
Belajar untuk bangun negeri,  
lalu kelak memetik bintang. 1

Tapi api itu padam.  
Bung Karno jatuh.  
Zaman berbelok arah.  
Mualim menjadi bagian dari cerita lama.  

Baca Juga: Puisi Denny JA: Negaraku Hilang, Kekasihku Sirna

Pulang berarti penjara,  
paspor dicabut,  
ia melayang,  
warga tanpa negara.

Halaman:
1
2
3
4

Berita Terkait