Puisi Denny JA: Kincir Angin Tak Bisa Menahan Rinduku
- Penulis : Ulil
- Sabtu, 28 September 2024 16:17 WIB

-000-
Dari jendela, Sarjono menatap kincir angin yang terus berputar,
seperti roda hidupnya, yang bergerak,
namun selalu tertahan di tempat.
Ia seperti burung yang tersangkut di dua sarang—
Amsterdam memberi kehidupan,
namun Kota Malang menahannya dengan rindu yang tak terurai.
Baca Juga: Puisi Denny JA: Pemulung Itu Seorang Doktor
Salju turun di Amsterdam membawa pesan yang tak tertulis,
bahwa tubuh mungkin tak akan pernah pulang,
tapi jiwa,
akan selalu berkelana di pematang sawah yang basah,
di jalanan Kota Malang yang beraroma tanah hujan.
Air matanya jatuh perlahan,
melukis merah putih di dadanya,
sebuah cinta yang tak pernah layu,
meski tak pernah sampai rumah.***
CATATAN
Baca Juga: Puisi Denny JA: 12 Jam Protes Berbaring di Jalan Raya
(1) Diinsipirasi, dan ditambahkan fiksi, dari kisah pelajar Indonesia yang terbuang ke luar negeri karena prahara politik tahun 1960-an: Andreas Sungkono