Diduga Ada Keberpihakan ke Paslon di Pilkada, Rektor niversitas Mulawarman Samarinda Abdunnur Dipanggil Bawaslu
- Penulis : Ulil
- Sabtu, 28 September 2024 08:15 WIB
.jpg)
POLITIKABC.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Timur telah memanggil Rektor Universitas Mulawarman Samarinda, Prof. Dr. Abdunnur, untuk memberikan keterangan mengenai dugaan keberpihakan terhadap calon gubernur nomor urut 1, Isran Noor.
Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Dermanto, menjelaskan bahwa pemanggilan ini merupakan langkah untuk menelusuri informasi yang diterima dari masyarakat.
Isran Noor juga diundang untuk memberikan sambutan dalam kegiatan Wisuda Unmul Gelombang III pada 21 September 2024.
Baca Juga: Mahfud Sebut Indeks Kerawanan Pemilu Kalimantan Timur Tinggi
"Kami sedang menggali keterangan mengenai acara wisuda Unmul saat rektor memberikan sambutan. Informasi ini kami terima dari masyarakat dan kami perlu menggali lebih dalam keterangan dari si pemberi informasi," ujar Hari.
Menurut ia, Abdunnur telah memberikan keterangan pada siang hari setelah tidak hadir pada pagi hari. Dalam pemeriksaan tersebut, Bawaslu mengajukan 21 pertanyaan terkait kegiatan yang dihadiri Isran Noor.
"Kami juga menggali keterangan mengenai kebenaran video yang beredar. Rektor memang membenarkan bahwa sambutan tersebut disampaikan pada 21 September di GOR Universitas Mulawarman, Samarinda," tambahnya.
Baca Juga: Bangkai Ikan Pesut Ditemukan di Sungai Mahakam, Ternyata Jenis Endemik Kalimantan Timur
Hari menjelaskan bahwa prinsip pembuktian memerlukan indikasi berdasarkan bukti yang ada. Saat ini, Bawaslu belum bisa menyimpulkan ada tidaknya pelanggaran dilakukan rektor Unmul.
"Jika melihat video yang diterangkan oleh rektor, benar bahwa dia mengundang Isran Noor sebagai bagian dari ikatan alumni dan video tersebut adalah sambutan saat wisuda," jelasnya.
Bawaslu akan terus menggali keterangan dari berbagai pihak, termasuk wisudawan/wisudawati yang hadir dalam acara tersebut.
Baca Juga: Isran Noor dan Hadi Mulyadi Diusulkan PDIP untuk Maju di Pilkada Kalimantan Timur
"Penilaian apakah video tersebut mengandung unsur ajakan untuk memilih dan memuat unsur kampanye masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut," papar Hari.