Tafsir Hermeneutika Lukisan Denny JA: Menyingkap Makna Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia
- Penulis : Ulil
- Sabtu, 07 September 2024 07:52 WIB

Dikenal sebagai salah satu pionir lembaga survei politik di Indonesia, lalu menggebrak dunia susastra dengan puisi esai-nya, dan juga seorang pegiat isu keberagaman yang gigih memperjuangkan inklusivisme beragama. Maka, tidak mengherankan jika lukisan yang ia gubah dari teknologi kecerdasan buatan itu pun sarat akan pesan toleransi dan inklusivisme.
Penggambaran para tokoh dalam lukisan yang terdiri atas beragam suku, etnis, dan pakaian yang berbeda itu merepresentasikan pluralitas agama dan budaya di Indonesia. Tokoh-tokoh yang ada dalam lukisan itu, merupakan wujud dari apa yang disebut oleh Ricoeur sebagai kode-kode simbolik. Denny memakai idiom baju adat untuk mengkomunikasikan ihwal keragaman itu kepada khalayak penikmat lukisannya.
Kedua, selain biografi atau latar belakang pelukisnya, variabel penting lain untuk menafsir sebuah lukisan adalah konteks ruang dan waktu lukisan itu muncul.
Baca Juga: Berkunjung ke Indonesia, Paus Fransiskus Ingatkan Makna Bersedekah Tanpa Memandang Rendah
Dalam konteks lukisan Denny JA, lukisan berjudul “Paus Mencuci Kaki Rakyat Indonesia” itu memang sengaja digubah untuk menyambut kedatangan imam tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus ke Indonesia 3-6 September nanti.
Artinya, lukisan ini bukan sesuatu hal yang diakronik apalagi ahistoris, melainkan sebuah karya seni yang sinkronis dengan momen yang tengah terjadi. Lukisan “Paus Mencuci Kaki Rakyat Indonesia” bisa dikatakan sebagai karya seni yang mengandung unsur selebrasi sekaligus refleksi.
“Paus Mencuci Kaki Rakyat Indonesia” disebut sebagai lukisan selebrasi karena dibuat untuk menyambut momen kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia. Nuansa selebrasi itu kuat menyemburat melalui pemilihan warna-warna yang dominan terang namun menyejukkan, seperti warna hijau, kuning, dan putih.
Baca Juga: Paus Memberkati Lukisan Karya Denny JA tentang Paus Fransiskus Membasuh Kaki Rakyat Indonesia
Selain itu, lukisan tersebut juga kental nuansa refleksi karena menggambarkan tradisi cuci kaki Paus yang merepresentasikan kasih sayang dan pelayanan pada umat manusia. Nuansa reflektif itu juga tampak pada burung merpati putih yang menyimbolkan suasana perdamaian atau nir-konflik.
Misi Kemanusiaan dalam Kunjungan Paus Fransiskus
Arkian, lukisan “Paus Mencuci Kaki Rakyat Indonesia” adalah sebuah ekspresi visual yang ingin mengirimkan pesan bahwa kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia membawa misi kemanusiaan.
Visualisasi sosok Paus yang tengah mencuci kaki orang Indonesia itu seolah ingin mengabarkan bahwa Paus tidak hanya milik umat Katolik, namun milik seluruh umat manusia.