Sri Mulyani Ungkap Perubahan Iklim Bisa Menyebabkan Penurunan PDB hingga 10 Persen
- Penulis : Ulil
- Jumat, 06 September 2024 18:09 WIB

Maka dari itu, ia menegaskan perubahan iklim perlu diatasi, terlebih Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) telah menyatakan tahun 2023 merupakan tahun terpanas yang pernah tercatat.
“Upaya dekarbonisasi di ASEAN harus memprioritaskan optimalisasi investasi publik dan swasta. Dan itulah mengapa kita benar-benar perlu berdiskusi tentang perubahan iklim dengan semua stakeholder,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sri Mulyani menyambut baik ASEAN Taxonomy for Sustainable Finance yang kini memasuki versi ketiga, yang mencakup panduan transisi untuk sektor transportasi, penyimpanan, konstruksi, dan real estat.
Baca Juga: Isu Transaksi Janggal Rp 349 T, KPK Perlu Segera Periksa Menkeu Sri Mulyani
Sebagai bagian dari komitmen Indonesia, Indonesia menetapkan 31,89 persen sebagai target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) pada tahun 2030 tanpa bantuan internasional.
Sementara itu, target penurunan emisi GRK di Indonesia dengan bantuan internasional pada tahun 2030 adalah 43,2 persen.
"Kita memerlukan 281 miliar dolar AS untuk memenuhi komitmen kita terhadap penurunan emisi CO2 untuk transisi energi,” ucapnya.***
Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Sampaikan Pertimbangan PPN Naik 12 Persen