DECEMBER 9, 2022
International

Desak Pengurangan Bahan Bakar Fosil, PBB Sebut Negara di Kepulauan Pasifik Hadapi Ancaman Kenaikan Permukaan Laut

image
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres memberikan peringatan tentang ancaman serius yang dihadapi oleh negara-negara kepulauan Pasifik/ANTARA/Anadolu/PY

Sekjen PBB mengatakan bahwa Kepulauan Pasifik "sangat rentan" karena ketinggian rata-rata daratan hanya satu hingga dua meter di atas permukaan laut, dan "sekitar 90 persen penduduk tinggal dalam jarak 5 kilometer dari pantai, serta setengah dari infrastruktur berada dalam jarak 500 meter dari laut."

“Tanpa pengurangan emisi yang drastis, Kepulauan Pasifik dapat mengalami kenaikan permukaan laut tambahan setidaknya 15 sentimeter pada pertengahan abad ini, dan lebih dari 30 hari banjir pesisir per tahun di beberapa tempat,” tambah Guterres.

Seruan untuk Tindakan Global

Baca Juga: Ancaman Kenaikan Suhu Global, Sekjend PBB Antonio Guterres Desak Komunitas Internasional Ambil Langkah Pencegahan

Ia menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk segera mengambil tindakan, mendesak mereka untuk secara drastis mengurangi emisi, menghapus bahan bakar fosil, dan meningkatkan investasi dalam adaptasi iklim.

“Hanya dengan membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat Celsius kita memiliki peluang untuk mencegah keruntuhan yang tak terhindarkan dari lapisan es Greenland dan Antartika Barat,” katanya.

Guterres juga menyatakan kekecewaannya atas kurangnya tindakan dari negara-negara G20, yang menurutnya bertanggung jawab atas 80 persen emisi.

Baca Juga: Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres Mengutuk Serangan Udara Israel di Wilayah Zona Kemanusiaan Jalur Gaza

“Kita sangat membutuhkan semua negara G20 untuk bersatu, menggunakan teknologi terbaik yang tersedia dalam G20, memanfaatkan sumber daya keuangan yang ada di G20 dan di lembaga pembangunan multilateral, serta melakukan tindakan global bersama untuk secara drastis mengurangi emisi hingga 2030.”

“Jika hal itu tidak terjadi, kita akan berada dalam situasi yang tak dapat dibalikkan dengan konsekuensi yang benar-benar menghancurkan,” ia memperingatkan.***

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait