Denny JA Mengungkap Tiga Fakta Tercecer Sejarah Bangsa
- Penulis : Ulil
- Senin, 19 Agustus 2024 09:04 WIB

Perbedaan kedua antara puisi esai format terdahulu dan format terkini terletak pada cara penulisan catatan kaki.
Jika sebelumnya catatan kaki ditulis secara konvensional layaknya dalam konvensi penulisan artikel ilmiah, maka sekarang digantikan dengan gambar QR ( Quick Response) Code yang canggih.
Ini sangat memudahkan bagi pembaca yang tertarik ingin menelusuri lebih jauh referensi faktual atas puisi esai yang tersaji. Misalkan pada puisi esai “Lima Puluh Tahun Kututup Rahasia Itu Rapat-Rapat” yang menggambarkan penderitaan Sonya sebagai jugun ianfu, sebelum dinikahi seorang tentara Inggris usai Perang Dunia II.
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Sisi Ekonomi Gerakan Lingkungan Hidup dan Green Religions
Jika QR Code yang disertakan pada akhir puisi esai ini digunakan pembaca, maka akan muncul tautan sumber berita obituari pada harian The Washington Post berjudul “Jan Ruff O-Herne, Seeker Dignity for Fellow ‘Comfort Women’ of World War II, Dies at 96” (27 Agustus 2019).
‘Comfort women’ (wanita penghibur) adalah padanan dalam Bahasa Inggris untuk Bahasa Jepang jugun ianfu.
Jan Ruff (terlahir dengan nama Jeanne Alida O’Herne), lahir 18 Januari 1923, dari sebuah keluarga Belanda penganut Katolik yang taat di Bandung. Hidupnya bahagia dan bercita-cita menjadi biarawati, sampai masuknya Jepang ke Indonesia dan para gadis dibariskan para serdadu.
Baca Juga: Penggagas Rumah Dunia, Gola Gong: Denny JA Berkarya di Era Financial Freedom
Jan termasuk 1 dari 10 orang dara cantik yang diambil paksa dan dipisahkan dari keluarganya, untuk menjalani kehidupan sebagai jugun ianfu. Sejak itulah garis hidupnya berubah total.
Dari kisah obituari mengiris hati yang diwartakan The Washington Post itulah Denny J.A. mengolahnya menjadi sebuah karya puisi esai yang bertenaga. Sekaligus membuat galau pembaca.
Bagi Anda peminat sejarah Indonesia, khususnya tema-tema jugun ianfu, romusha, dan kehidupan para nyai yang dijadikan gundik para Tuan Belanda, antologi Yang Tercecer di Era Kemerdekaan: Ekspresi Puisi Esai adalah karya yang harus dibaca.
Baca Juga: Jonminofri Nazir Sampaikan Perhatian Besar Denny JA pada SATUPENA
Setidaknya puisi esai ini sebagai penyadaran bahwa kemerdekaan bangsa ini tidak hanya berkat perjuangan mereka yang mendapat gelar pahlawan nasional, melainkan juga akumulasi pengorbanan dan nestapa tiada tara dari entah berapa banyak rakyat jelata.***