DECEMBER 9, 2022
Kolom

Respons atas Esai Denny JA soal Kurban Hewan di Era Animal Rights, Sebuah Tafsir yang Humanis

image
Pendiri Muslimah Reformis Foundation Musdah Mulia. (Politikabc.com/kiriman)

Kesimpulan

Ritus kurban itu penting! Bahkan seharusnya menjadi bagian inti dalam kehidupan spiritual manusia. Sebab, ibadah kurban mengandung semangat pembebasan manusia dari kemelekatan terhadap apa pun selain Tuhan. 

Ritus kurban diharapkan mampu mengikis sifat-sifat anti sosial yang sangat berbahaya dan dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan sosial, terutama dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Baca Juga: Denny JA Sampaikan Tiga Alasan Utama Kreator yang Menggunakan AI untuk Karya Seni akan Semakin Dominan

Paling tidak ada tiga tujuan hakiki ibadah kurban. Pertama, sebagai bentuk ekspresi keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Pengamalan kurban ini bersifat ta’abbudi, namun tidak harus sesuai dengan petunjuk tekstual ayat dan hadis. Sebab, dalam berbagai teks tersebut juga dinyatakan bahwa memang secara fisik yang disembelih adalah hewan kurban, namun hakikat yang sampai pada Allah swt adalah wujud ketakwaan manusia. 

Tujuan kedua, sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah swt atau semacam tahadduts bin ni’mah. Terakhir, tujuannya sebagai ungkapan rasa simpati dan empati kepada sesama manusia. Semacam solidaritas dan tanggung jawab kemanusiaan. 

Dengan begitu, tujuan ibadah kurban mempunyai dua dimensi pokok, yaitu dimensi vertikal atau hubungan dengan Allah Swt sebagai landasan iman dan takwa. Lalu, dimensi horizontal atau hubungan sosial dengan sesama manusia. Itulah yang dijelaskan dalam terma Islam hablun minallah wa hablun minannas. 

Baca Juga: Denny JA Terima Penghargaan International Lifetime Achievement Award 2024, Masuk 200 Tokoh Berpengaruh di Dunia

Ketiga tujuan tersebut dapat dicapai dengan lebih sempurna tanpa harus menjadikan hewan ternak sebagai kurban ritus agama.

Sudah tiba saatnya umat Islam mengedepankan makna hakiki Idul Adha dan semangat kurban, yakni penguatan kualitas spiritual masyarakat melalui upaya-upaya persatuan dan persaudaraan seiman dan solidaritas kemanusiaan. 

Idul Adha bukan lagi diramaikan dengan banyaknya kerumunan hewan kurban yang akan disembelih dan kemudian meninggalkan setumpuk masalah kemanusiaan dan lingkungan seperti diuraikan sebelumnya. 

Baca Juga: Menyelam ke Dalam Diri: Pengantar Buku 71 Lukisan Tentang Renungan Jalaluddin Rumi dari Denny JA

Idul Adha dan ritus kurban penting dirayakan dengan penguatan komitmen untuk menyembelih sifat-sifat kebinatangan dalam diri manusia, terutama dalam diri para ulama, elite pemimpin dan penguasa. 

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Berita Terkait