DECEMBER 9, 2022
Kolom

Respons atas Esai Denny JA soal Kurban Hewan di Era Animal Rights, Sebuah Tafsir yang Humanis

image
Pendiri Muslimah Reformis Foundation Musdah Mulia. (Politikabc.com/kiriman)

Bukankah dalam beragama kita hanya diperintahkan menyembah kepada Allah Swt? Kita tidak diperintahkan menyembah teks-teks suci agama, sesuci apa pun teks tersebut.


Visi dan misi penciptaan manusia

Untuk memahami makna hakiki ibadah kurban, penting terlebih dahulu menghayati visi dan misi penciptaan manusia. Untuk tujuan apa manusia diciptakan dan apa misi utamanya? 

Baca Juga: Denny JA Sampaikan Tiga Alasan Utama Kreator yang Menggunakan AI untuk Karya Seni akan Semakin Dominan

Al-Qur’an mengajarkan, visi penciptaan manusia adalah menjadi khalifah fil ardh atau pengelola di bumi (QS. al-Baqarah: 30; Shad: 26). Sebagai khalifah manusia bertanggung jawab mengelola, menata, memperbaiki dan memimpin--paling tidak bagi dirinya sendiri--demi hidup bermakna bagi semesta. 

Adapun misi penciptaan manusia adalah melaksanakan amar makruf nahi munkar, saya mengartikannya dengan upaya-upaya transformasi dan humanisasi (QS. al-Tawbah: 71).

Sebagai khalîfah di bumi, tugas manusia sangat jelas, yakni mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan, kedamaian, dan kemaslahatan bagi sesama manusia, bahkan semua makhluk di alam semesta (rahmatan li al-‘âlamîn). 

Baca Juga: Denny JA Terima Penghargaan International Lifetime Achievement Award 2024, Masuk 200 Tokoh Berpengaruh di Dunia

Satu hal paling penting untuk menuju ke sana adalah adanya kesadaran menegakkan kebenaran, keindahan, dan keadilan. Kesadaran itulah yang mendorong manusia senantiasa melakukan upaya-upaya transformasi (amar ma’rûf), yakni meningkatkan kualitas diri, kualitas iman dan amal. Kesadaran itu pula yang mengingatkan manusia untuk selalu melakukan upaya humanisasi atau memanusiakan sesama (nahi munkar), di antaranya melalui kegiatan edukasi, publikasi, dan advokasi.

Agar manusia dapat mewujudkan visi dan misi tersebut, Tuhan menganugerahkan akal budi sehingga mampu berpikir kritis, memilih dan memilah mana yang baik, benar, dan bermanfaat. Akal inilah yang membedakan manusia dari semua makhluk Tuhan lainnya, dan itu juga yang membuat manusia istimewa sehingga menerima mandat sebagai khalifah fil ardh. 

Itulah sebabnya mengapa kerja-kerja akal budi manusia mendapatkan apresiasi yang tinggi, seperti dinyatakan dalam al-Qur’an.

Baca Juga: Menyelam ke Dalam Diri: Pengantar Buku 71 Lukisan Tentang Renungan Jalaluddin Rumi dari Denny JA

Bahkan, ayat al-Qur’an yang pertama turun adalah iqra’. Sayangnya kebanyakan umat Islam hanya memahami kata itu sebatas membaca. Menurut saya, kata iqra’ mengandung pengertian luas. 

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Berita Terkait