DECEMBER 9, 2022
International

China Kecam Pembentukan Komando Militer Baru Amerika Serikat di Jepang, Ini Alasannya

image
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, China. (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

POLITIKABC.COM -  Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengecam pembentukan komando militer baru Amerika Serikat (AS) di Jepang dengan latar belakang anggapan bahwa Tiongkok terus meningkatkan kemampuan militernya.

Lin Jian mengatakan, pernyataan tersebut secara keliru menuduh China atas masalah maritim dan menuding kebijakan pengembangan militer dan pertahanan China yang normal. 

Menurutnya, pernyataan tersebut menyebarkan 'ancaman China' dan menciptakan ketakutan melalui pembicaraan tentang ketegangan regional.

Baca Juga: Orasi Denny JA: Mundurnya Joe Biden dan Kemungkinan Presiden Perempuan Pertama di Amerika Serikat

"Kami menyesalkan dan menentangnya," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, China pada Senin 29 Juli.

Menteri Pertahahan AS Llyod Austin usai perundingan bilateral 2+2 bersama Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Menlu Jepang Yoko Kamikawa dan Menhan Jepang Minoru Kihara pada Minggu 28 Juli menyampaikan AS akan meningkatkan kekuatan pasukannya di Jepang dengan menjadikan markas pasukan gabungan ditambah misi dan tanggung jawab operasional yang diperluas.

Dalam pernyataan bersama disebutkan struktur komando militer baru tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan rencana Tokyo membentuk komando gabungan pasukannya pada Maret 2025. Komando tersebut akan mengoordinasikan operasi militer dengan pasukan Jepang, merencanakan latihan bersama, serta berpartisipasi dalam pertahanan Jepang jika terjadi perang.

Baca Juga: Raih Juara Piala AFF U-19, Indra Sjafri Targetkan Lolos Piala Asia U-20 yang akan Berlangsung di China

Langkah itu akan memungkinkan AS untuk menarik pasukannya yang berada di Jepang dari Komando Indo-Pasifik. Komando Indo-Pasifik berada di Kepulauan Hawaii, AS, yang berjarak 5.600 kilometer dari Jepang.

Sementara itu, pengembangan pertahanan dan aktivitas militer China, menurut Lin Jian, dapat dibenarkan dan masuk akal.

"China adalah kekuatan untuk perdamaian dunia, kontributor bagi pembangunan global, dan pembela tatanan internasional. China berkomitmen pada jalur pembangunan yang damai dan kebijakan pertahanan yang bersifat defensif," tambah Lin Jian.

Baca Juga: Presiden China Xi Jinping Sampaikan Ingin Jalin Hubungan dengan Timor Leste, Ini Harapannya

China juga disebutnya selalu menjaga kekuatan nuklir yang dimiliki pada tingkat minimum sebagaimana diharuskan oleh keamanan nasional.

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait