DECEMBER 9, 2022
News

Indonesia Jadi Produsen Nikel dan Timah Terbesar di Dunia, Kemenhub Perketat Muatan Mineral di Pelabuhan dengan Cara Ini

image
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberi sambutan dalam Peluncuran dan Sosialisasi Implementasi Komoditas Nikel dan Timah Melalui SIMBARA di Jakarta. ANTARA/HO-Humas Kemenhub

POLITIKABC.COM -  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen mendukung aplikasi Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara (Simbara) dengan memperkuat Inaportnet untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan dalam pengawasan muatan mineral di pelabuhan.

Komoditas tambang lainnya, seperti tembaga, emas, bauksit, dan lain-lain akan masuk ke sistem Simbara, menyusul nikel dan timah.

Seperti diketahui potensi pendapatan negara Indonesia dari komoditas nikel dan timah sangatlah besar. Indonesia merupakan salah satu produsen nikel dan timah terbesar di dunia.

Baca Juga: Terima Tawaran Izin Usaha Pertambangan, Muhammadiyah Sampaikan Sejumlah Catatan Penting

Cadangan nikel Indonesia mencapai sekitar 21 juta ton atau 24 persen dari total cadangan dunia. Sementara cadangan timah Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan cadangan sebesar 800 ribu ton atau 23 persen dari cadangan dunia.

“Kami telah dan akan terus melakukan upaya pengembangan Inaportnet untuk memperkuat Simbara sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan kepatuhan dalam pengawasan muatan mineral di pelabuhan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikutip dari Antara, Kamis 25 Juli 2024.

Menhub menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan aplikasi sistem kepelabuhanan Inaportnet, salah satunya untuk memberikan dukungan bagi aplikasi Sistem Informasi Mineral dan Batubara (Simbara).

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Terbitkan Perpres Pendistribusian Izin Usaha Pertambangan kepada Ormas Keagamaan

"Kolaborasi antarkementerian dan lembaga ini memudahkan para regulator terkait di pelabuhan untuk melakukan pengawasan dan validasi muatan, Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) royalti, hingga lembar hasil survei yang diterbitkan oleh surveyor,” ujar Menhub.

Menhub menjelaskan, selama ini pemanfaatan data Inaportnet telah meningkatkan efisiensi waktu dan biaya layanan kepelabuhanan.

Integrasi Inaportnet dengan Sistem Single Submission (SSm) pengangkut, lanjut Menhub, telah mempercepat proses penyerahan dokumen secara elektronik, mencerminkan transformasi digital yang efektif dan efisien di sektor kepelabuhanan.

Baca Juga: Rega Felix Ajukan Uji Materi ke MK Berkaitan Izin Usaha Pertambangan untuk Ormas: Kekayaan Alam Dibagi Berdasar Golongan

Aplikasi itu telah diintegrasikan dengan Simbara untuk meningkatkan pengawasan terhadap komoditas tambang dan penerimaan negara atas komoditas tambang.

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait