DECEMBER 9, 2022
Nusantara

Ini Alsan Pemerintah Indonesia Tarik Kembali Industri Semikonduktor dari Malaysia

image
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi keterangan kepada awak media seusai menghadiri Orasi Ilmiah BJ Habibie Memorial Lecture: Peran Iptek dan Inovasi menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta. ANTARA/Harianto

"Dan beberapa dari SDM Indonesia sudah ada yang menjadi bagian dari supply chain semikonduktor, termasuk anak-anak muda di Bandung yang menjadi bagian dari microchips designer dari ENVIDIA," katanya.

Sebelumnya, Deputi IV Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin mengatakan, saat ini pemerintah tengah fokus menyiapkan tenaga kerja terampil untuk industri semikonduktor.

Hal itu sejalan dengan prioritas pemerintah untuk mulai mengembangkan industri semikonduktor di Indonesia.

Baca Juga: Balai Karantina Musnahkan 45,5 Ton Bawang Merah dan Mangga Ilegal dari Malaysia

Saat ini pemerintah sedang memetakan dukungan dari segi kebijakan serta regulasi terhadap berbagai aspek tersebut. Ia memaparkan, pada 2022 terdapat 345 ribu pekerja atau 0,26 persen dari total pekerja di Indonesia yang bekerja di sektor elektronik.

Sebagian besar bekerja di subsektor industri komponen dan papan elektronik sebesar 19,7 persen, industri kabel 18,5 persen, peralatan rumah tangga 14,5 persen, industri audio dan video elektronik sebesar 8,5 persen.

"Jumlah pekerja di sektor elektronik ini meningkat dari tahun 2018, namun terdapat hal yang perlu menjadi perhatian bersama yakni sebagian besar pekerja berlatar belakang setara dengan SMA atau SMK yakni sekitar 80 persen," katanya di Jakarta, Kamis (16/5).

Baca Juga: Polda Kepri Selamatkan Delapan Orang yang akan Dikirim ke Malaysia Melalui Jalur Ilegal

Menurutnya, ketersediaan tenaga kerja yang terampil di sektor ini menjadi tantangan tersendiri. Kemudian, Indonesia juga dihadapkan oleh tantangan lainnya yakni perlunya peningkatan keahlian pekerja baik di level operator maupun level engineering, terutama dalam hal literasi digital dan kemampuan adaptasi teknologi.***

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait