Yang Bukan Kritikus Seni Rupa Boleh Ambil Bagian: Sebuah Pengantar Buku Pameran Lukisan Bantuan AI dari Denny JA
- Penulis : Ulil
- Rabu, 24 Juli 2024 08:57 WIB

“Kita tunggu saja. Yang jelas, tanpa menunggu reaksi publik, Denny tampaknya akan terus berkarya.” (Satrio Arismundar)
Banyak lagi ulasan penting dari penulis lain, seperti ulasan Budhy, Esthi, Halimah, Nazrina, Iwan, Ali, Nisak, Nia, Asrun, Anwar, Meutia, Nita, Isti dan Mila. Namun tak semuanya bisa ditampilkan karena keterbatasan halaman.
Elza Peldi Taher sebagai editor mampu merangkum keseluruhan review dari non- kritikus seni rupa itu dengan baik.
Baca Juga: Pandangan Denny JA tentang Menangnya Gerakan Katakan Tidak kepada Keharusan Berjilbab
-000-
Review orang awam terhadap pameran lukisan tetap penting bagi pelukis dan pembaca lain.
Orang awam cenderung memberikan pandangan yang segar dan otentik. Mereka jujur dan tidak terpengaruh oleh teori seni yang kompleks.
Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Paus Fransiskus Mencuci Kaki Rakyat Kecil Indonesia
Ini memberikan pelukis wawasan tentang bagaimana karyanya diterima oleh publik umum, yang seringkali lebih representatif dari audiens yang lebih luas dibandingkan dengan kritik profesional.
Perspektif segar ini juga dapat menginspirasi pelukis untuk melihat karya mereka dari sudut pandang baru.
Bagi pembaca lain, mengetahui bahwa orang awam bisa terhubung dengan seni memberikan keyakinan bahwa mereka juga bisa mengapresiasi dan menikmati seni tanpa harus menjadi ahli.***
Jakarta, 24 Juli 2024