Tim Pemenangan Lalu Muhammad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri di Pilkada NTB Serukan Siap Tempur untuk Hal Ini
- Penulis : Ulil
- Selasa, 23 Juli 2024 19:37 WIB

POLITIKABC.COM - Tim pemenangan dan relawan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda) mengklaim sudah "siap tempur" menghadapi Pilkada NTB 2024.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Iqbal, Farid Tolomundu dihubungi melalui telepon di Mataram, Selasa 23 Juli 2024. Ia mengakui dalam menghadapi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB ini, tim pemenangan dan relawan pasangan Lalu Muhammad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri sudah sepenuhnya terbentuk di semua tingkatan yang ada di seluruh kabupaten dan kota di NTB.
Dia mengklaim, relawan-relawan Lalu Muhammad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri ini terbentuk atas inisiatif masing-masing relawan.
Baca Juga: PPP Pastikan Tetap Mengusung Duet Sitti Rohmi Djalilah dan Musyafirin di Pilkada NTB
"Terkait jumlah relawan ini saya tidak tahu persis jumlahnya berapa, tapi yang jelas sudah puluhan dan menyebar di 10 kabupaten dan kota di NTB," ujarnya.
"Insya Allah kalau kami di tim pemenangan dan relawan Iqbal-Dinda sudah siap tempur," katanya.
Menurut Farid, hingga saat ini para relawan terus melakukan konsolidasi membangun jejaring sesuai komunitas mereka. Mulai tingkat atas hingga ke yang terbawah sampai desa-desa dan dusun, termasuk pada komunitas-komunitas lain, seperti milenial, dan perempuan.
Baca Juga: Selalu Unggul di NTB, Sekjend DPP Gerindra Ahmad Muzani Sebut Prabowo Merasa BerutangÂ
"Kalau untuk tim resmi Iqbal-Dinda dengan partai-partai koalisi belum terbentuk, karena biasanya ini akan terbentuk kalau sudah koalisi parpol sudah pasti dan sudah mendaftar ke KPU. Tapi untuk sementara ini Ketua Iqbal itu ketuanya mas Anis Mujitahid," terang Dae Farid sapaan akrabnya.
Terkait dengan pertarungan nanti, Dae Farid berharap semua pasangan bakal calon kepala daerah yang ada saat ini bisa mendapatkan tiket untuk mendaftar ke KPU.
Namun demikian, kalau pun ada isu bahwa Pilkada NTB ini akan diikuti dua pasang calon (head to head). Pihaknya menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut pada partai politik di Jakarta.
Sebab, persoalan kebijakan koalisi parpol bukan diputuskan di daerah melainkan di DPP.