DECEMBER 9, 2022
Kolom

Denny JA Mengenang Kepergian Usamah Hisyam: Menjalani Hidup Sebagai Penulis, Politikus, Pengusaha, Sekaligus Kiai

image
Denny JA Mengenang Kepergian Usamah Hisyam (Politikabc.com/kiriman)

Dalam esai itu saya mengajak merenung. Apa yang terjadi?

Di negara yang mengelu-elukan agama, kok malah korupsi tinggi?

Populasi di negara yang menganggap agama tak lagi penting, kok malah korupsinya rendah?

Baca Juga: Pandangan Denny JA tentang Menangnya Gerakan Katakan Tidak kepada Keharusan Berjilbab

Kami pun bicara di telepon seluler. “Wah bro, anda mengasuh pesantren ya. Jadi kiai anda sekarang?” ujar saya menggodanya.

Uka tertawa: “Kita mengalir saja bro. Kita kan orang-orang yang fleksibel.”

Waktu itu, Usamah menjadi pengasuh pesantren Tahfizhul Quran (PTQ) Pondok Bambu, Parung, Bogor. Ia rutin berdakwah di sana.

Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Paus Fransiskus Mencuci Kaki Rakyat Kecil Indonesia

Usamah juga Ketua Umum Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia). Sebelumnya ia anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212.

-000-

Uka adalah teman keluarga. Sejak tahun 1980-an, 40 tahun lalu, ketika masa SMA dan mahasiswa, ia sering tidur di rumah keluarga dari sisi istri. Ia bersahabat sangat dekat dengan adik ipar.

Baca Juga: Piala Eropa 2024: Kemenangan Spanyol, Statistik, dan Lahirnya Bintang Baru, Sebuah Ulasan dari Denny JA

Saya sendiri intens berkomunikasi dengan Uka, sejak tahun 2003. Waktu itu, hampir setiap saat kami berjumpa di rumah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas.

Halaman:
1
2
3
4
5
Sumber: Antara

Berita Terkait