Kasus Penemuan Mayat Remaja di Bawah Jembatan Kuranji Sumatra Barat, 30 Polisi Diperiksa
- Penulis : Ulil
- Sabtu, 22 Juni 2024 10:15 WIB

Pada saat yang bersamaan rombongan tersebut berpapasan dengan Tim Samapta Polda Sumbar yang memang diturunkan khusus untuk mencegah dan mengantisipasi aksi tawuran yang marak terjadi setiap malam Minggu.
Saat melihat gerombolan tersebut Tim Perintis dari Samapta Polda Sumbar langsung membubarkan sekaligus mengamankan pelaku karena tampak membawa senjata tajam saat konvoi di jalanan.
Ia mengatakan gerombolan tersebut langsung pecah saat melihat kedatangan petugas, banyak yang kabur dan bahkan meninggalkan senjata tajamnya di lokasi.
Baca Juga: Komisi Yudisial Telusuri Oknum Hakim di Pengadilan Negeri Padang yang Ancam Dua Aktivis Perempuan
"Berbagai senjata tajam jenis celurit diamankan anggota dari lokasi, 18 orang turut diamankan termasuk sepeda motor milik korban," katanya.
Ia mengatakan dari Penyelidikan pihaknya juga memintai keterangan dari teman yang berboncengan sepeda motor dengan korban Afif Maulana pada saat kejadian.
"Kami dapatkan keterangan saat akan diamankan oleh petugas, korban sempat mengajak temannya untuk melompat. Namun temannya ini menolak ajakan tersebut dan memilih untuk menyerahkan diri ke petugas," jelasnya.
Baca Juga: Kemenhub Sebut 77 Persen Korban Kecelakaan Lalu Lintas Berusia Produktif
Rully yang kini menjabat sebagai Pelaksana harian (Plh) Kapolresta Padang mengatakan penyelidikan secara menyeluruh terus dilakukan pihaknya sampai sekarang.
Pada bagian lain, Rully juga menceritakan betapa mengkhawatirkannya aksi tawuran di Padang karena meresahkan dan membuat takut masyarakat.
Bahkan aksi tersebut tercatat juga telah menimbulkan korban jiwa hingga kerugian materil bagi warga umum yang tidak bersalah.
"Aksi tawuran ini terus kami antisipasi baik dari Polresta Padang maupun Polda Sumbar, tidak hanya pada malam hari saja tapi juga hari-hari libur," jelasnya.***