Puisi Esai Denny JA: Dua Matahari di Ufuk yang Berbeda
- Penulis : Ulil
- Jumat, 24 Januari 2025 08:57 WIB

Namun, Semaun adalah burung yang harus terbang,
meninggalkan sarang yang hangat,
demi langit yang lebih memanggil.
Sejarah mencatat,
Sarekat Islam terbelah menjadi dua,
menjadi sungai yang bercabang,
mengalir ke lautan yang berbeda.
Yang putih tetap di Tjokroaminoto,
menjaga akar, sabar, dan kebijaksanaan.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Derita Rakyat Akibat Rusaknya Lingkungan Hidup di Dalam Puisi Esai
Yang merah di tangan Semaun,
berlari ke arah revolusi, dengan semangat membara.
-000-
Tjokro terdiam di rumah tua.
Setiap mengenang Semaun,
sungai kesedihan mengalir di wajahnya.
Baca Juga: Puisi Esai Denny JA: Anak Palestina Itu Menulis Surat untuk Ibunya yang Hilang
Namun di batinnya, terpancar kebijaksanaan seorang guru,
“melepas yang kita sayangi,” bisiknya,
“adalah cinta yang tak lagi menuntun,
membiarkan ia terbang,
mencari jalannya sendiri.”
Dan malam itu,
ketika ia membiarkan muridnya pergi,
ia melepas sebagian hatinya.
Matahari merelakan sinarnya,
menerangi dunia yang lain.
-000-
Baca Juga: Puisi Esai Denny JA: Mereka yang Mulai Teriak Merdeka dan Lahirlah Budi Utomo
Aku, kawan dekat Semaun,
tapi aku bekerja untuk Tjokro.