DECEMBER 9, 2022
News

Harapan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia untuk Presiden Prabowo: Banyak Aturan Ketat yang Menjerat

image
 Petugas Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi melakukan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi buruh tani dan petani tembakau di Kecamatan Karangjati melalui pemanfaat dana cukai tahun 2024. ANTARA/HO-Diskominfo Kab Ngawi

Selain itu, asosiasi menolak penyederhanaan (simplifikasi) tarif cukai dan mendekatkan disparitas tarif antarlayer, karena akan menjadi ancaman harga rokok legal semakin tidak terbeli, dan perokok beralih ke rokok ilegal.

Dengan simplifikasi, ujarnya lagi, yang diuntungkan adalah perusahaan rokok dengan brand internasional, dimana produk-produknya sangat sedikit menggunakan tembakau lokal hasil panen petani. ‎

"Bila itu diterapkan, bisa menjadi kiamat ekonomi bagi petani tembakau," kata Agus Parmuji.

Baca Juga: Menunggu Hasil Panen Petani, Stok Beras di Gudang Bulog Sulawesi Utara Hanya Cukup hingga Januari 2025

Kelima, memohon peraturan yang seimbang antara rokok elektronik dan rokok kretek. Hal ini mengingat tarif cukai rokok elektronik lebih murah dari rokok kretek.***

Halaman:
1
2
Sumber: Antara

Berita Terkait