Puisi Denny JA: 12 Jam Protes Berbaring di Jalan Raya
- Penulis : Ulil
- Rabu, 18 September 2024 18:41 WIB

Karena aksi berbaring di jalan,
ia peroleh kembali paspor,
terbang ke Belanda.
Di negara bebas,
di antara warna-warni kebun bunga tulip,
luka batinnya mekar,
ditiup angin menjadi kata,
disiram matahari menjadi kalimat,
ditetesi salju menjadi alinea.
Ikrama menulis puisi,
cerpen, novel.
Baca Juga: Puisi Denny JA: Pesan yang Dibawa Seekor Burung yang Hinggap di Pundakku
Di setiap halaman,
kata-kata menangis di sana.
Kalimat berdiam, kesepian,
di dalam buku.
Luka sebagai mahasiswa, aktivis, sastrawan, menjadi roman.
Ia keluar dari Indonesia, sebagai mahasiswa.
Terbuang ke negeri lain, sebagai aktivis.
Dan mati, sebagai sastrawan.
Baca Juga: Puisi Denny JA: Mencari Akar Keluarga di Kebumen
18 September 2024 ***
CATATAN:
(1) Kisah ini terinspirasi dari hidup Asahan Alham, mahasiswa dan aktivis asal Indonesia yang sempat berlari ke Vietnam, dan wafat di Belanda, akibat pergolakan politik di Indonesia, tahun 1960-an.
Baca Juga: Puisi Denny JA: Pemulung Itu Seorang Doktor