Fakta Menarik tentang Hewan Berbisa dan Beracun, Apa Bedanya?
- Penulis : Ulil
- Selasa, 17 September 2024 19:10 WIB

POLITIKABC.COM - Saat mendengar kata racun atau bisa, sering kali kita membayangkan hewan-hewan berbahaya seperti ular, kalajengking, atau katak beracun. Namun, tahukah kamu bahwa hewan racun dan berbisa sebenarnya berbeda?
Keduanya memang berpotensi membahayakan, tetapi cara kerjanya berbeda. Lalu, apa perbedaan utama antara bearacun dan berbisa?
Racun adalah zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi, pernapasan, atau penyerapan melalui kulit. Hewan beracun, seperti beberapa spesies katak beracun atau ikan buntal, biasanya tidak secara aktif menyerang mangsanya dengan racunnya.
Baca Juga: Duh! Puluhan Pengawas Kelurahan dan Desa dari Bawaslu Situbondo Alami Keracunan Makanan
Jika predator memakan hewan tersebut atau menyentuhnya, racun tersebut akan masuk ke tubuh dan menimbulkan efek berbahaya.
Sementara itu, bisa adalah zat beracun yang disuntikkan ke dalam tubuh korban melalui gigitan atau sengatan.
Hewan berbisa, seperti ular atau lebah, memiliki mekanisme khusus untuk menyuntikkan bisa tersebut langsung ke tubuh mangsanya. Bisa ini bekerja lebih cepat karena langsung masuk ke sistem tubuh melalui luka gigitan atau sengatan.
Baca Juga: Kronologi Empat Pekerja Pabrik Pupuk PT Multidaya Putra Sejahtera Meninggal, Diduga Keracunan Gas
Perbedaan mendasar antara racun dan bisa adalah cara zat berbahaya ini masuk ke tubuh. Hewan beracun menimbulkan bahaya jika disentuh atau dimakan, sedangkan hewan berbisa menyuntikkan zat berbahaya secara langsung.
Jadi, meskipun efeknya bisa sama-sama mematikan, cara penyebarannya sangat berbeda.
Beberapa hewan yang terkenal beracun antara lain katak panah beracun di Amerika Selatan. Warna kulitnya yang cerah menjadi peringatan bagi predator bahwa mereka sangat beracun.
Jika disentuh atau dimakan, racun mereka bisa berakibat fatal. Ikan buntal juga memiliki racun yang mematikan pada organ dalamnya, yang bisa membunuh manusia jika tidak diproses dengan benar.